25 February, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

AS Kembali Gabung Perjanjian Paris, Komitmen Atasi Perubahan Iklim

2 min read

AS kembali gabung perjanjian Paris, menunjukkan upaya dan komitmen penuh administrasi di bawah kepemimpinan Joe Biden untuk bersama-sama mengatasi berbagai isu perubahan iklim yang kian nyata.

_____________________________________________

AS kembali gabung perjanjian Paris, Paris Climate Agreement, Perjanjian Paris
HeloBorneo.com — Ilustrasi. (net)

 

WASHINGTON DC | AS secara resmi telah bergabung kembali dengan Perjanjian Paris, atau Paris Climate Agreement, di bawah kepemimpinan Presiden ke-46 Amerika Serikat, Joe Biden.

Langkah resmi Joe Biden membawa Amerika Serikat kembali ke dalam kumpulan negara yang berusaha untuk mengurangi kenaikan suhu global dan dampak perubahan iklim pada Jumat (19/2/2021) kemarin mendapatkan  apresiasi PBB.

Sebagaimana dikutip dari New York Post, Sabtu (19/2/2021), Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan, upaya masuknya kembali AS merupakan hal yang sangat penting. Hal serupa juga ditegaskan oleh mantan kepala pemanasan global PBB Christiana Figueres. “Itu adalah pesan politik yang dikirim AS, ” ungkap Christiana.

Keluar di Era Trump, AS kembali gabung Perjanjian Paris di era Biden

AS awalnya bergabung dengan Perjanjian pada tahun 2016, tetapi menarik diri di bawah Pemerintahan Donald Trump. Administrasi Trump telah memberi tahu Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang niatnya untuk meninggalkan Perjanjian Paris pada awal Agustus 2017.

Namun, di bawah aturan komitmen iklim, para anggota yang merupakan negara-negara dunia hanya dapat memberikan pemberitahuan setidaknya tiga tahun setelah pertama kali masuk. Pada November 2019, pemberitahuan penarikan resmi diajukan. Kemudian, setelah satu tahun, AS resmi menarik diri pada November 2020.

Langkah tersebut secara luas dikritik oleh para ilmuwan, aktivis iklim, dan pemimpin bisnis, meskipun banyak perusahaan AS memilih untuk tetap berkomitmen secara individu terhadap persyaratan Perjanjian Paris.

Paris Climate Agreement, atau Perjanjian Paris, apa itu?

Perjanjian Paris, atau “l’accord de Paris” dalam bahasa Prancis, atau Paris Climate Agreement dalam versi Inggrisnya, adalah komitmen pada mitigasi, adaptasi, dan keuangan perubahan iklim.

Dikembangkan pada akhir 2015, dan kemudian ditandatangani pada April 2016, ini adalah bagian dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

Perjanjian Paris menjadikan kontrol suhu global sebagai tujuan utamanya. Di satu sisi, itu adalah janji untuk mencoba menjaga kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius atau 3,6 derajat Fahrenheit di atas tingkat pra-industri.

Namun si sisi lain, Perjanjian Paris juga mengupayakan pembatasan kenaikan suhu rata-rata global menjadi 1,5 derajat Celcius atau 2,7 derajat Fahrenheit.

Artinya, pada saat yang sama, Perjanjian Paris berupaya untuk menyeimbangkan kedudukan dalam menangani perubahan iklim dan dampak negatifnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares