29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Ambyar! Buka Pasca Lockdown, 1 Tukang Cukur Tularkan Covid-19 ke 91 Orang

2 min read
Tukang Cukur Tularkan Covid-19
HeloBorneo.com – Ilustrasi: suasana salon cukur rambut (Foto: tpsdave/Pixabay)

JEFFERSON CITY | Niat menjalankan bisnis paska lockdown di AS berujung pahit. Pasalnya, seorang tukang cukur tularkan covid-19 ke 91 orang pelanggannya di negara bagian Missouri, Amerika Serikat (AS).

Diberitakan dari CNN melalui pejabat kesehatan setempat pada Sabtu (23/5/2020), seorang penata rambut AS yang terinfeksi covid-19 menularkan virus jahanam tersebut ke 91 orang. Penata rambut itu sudah bekerja selama 8 hari di bulan Mei ini, setelah bisnis kembali dibuka.

Penata rambut atau tukang cukur itu itu mulai bekerja pada 12 Mei. Kegiatan itu dilakukannya hingga hari Rabu (19/5/2020).

Pada saat itu, bisnis seperti tukang cukur dan salon rambut sudah mulai diizinkan untuk  kembali beroperasi di beberapa negara bagian, diantaranya missouri.

Merebaknya kasus tukang cukur tularkan covid-19 ini menyoroti ancaman penyebaran kembali virus di masyarakat AS. Pasalnya, penularan ini terjadi ketika bisnis kembali dibuka setelah beberapa minggu terakhir melakukan pembatasan sosial (social distancing).

Dari Sebuah Salon Rambut

Clay Goddard, Direktur Departemen Kesehatan kota Springfield-Greene, mengatakan sebelumnya dalam kasus tersebut, 84 pelanggan yang terpapar virus corona dilayani oleh seorang penata rambut di salon Great Clips.

Tak hanya menginfeksi para pelanggan, tujuh rekan kerja penata rambut itu juga diberitakan terinfeksi tersebut. Belum jelas kapan penata rambut itu dinyatakan positif Covid-19, tapi ia diyakini terinfeksi saat bepergian.

Lebih lanjut, Clay Goddard mengatakan penata rambut telah memenuhi porotokol kesehatan, seperti memeakai masker. Para kliennya pun juga memakai masker.

“Pekerja dan klien mereka mengenakan masker. Ke-84 klien yang berpotensi langsung terpapar (virus) akan diberitahu oleh Departemen Kesehatan dan akan ditawari pengujian, seperti halnya tujuh rekan kerja penata rambut (yang terinfeksi itu),” kata Departemen Kesehatan Springfield-Greene dalam sebuah pernyataan.

Pihak departemen kesehatan berharap masyarakat tetap menggunakan masker selama wabah ini, sehingga tidak ada penambahan kasus baru.

Goddard tidak merinci identitas atau kondisi si penata rambut, dia mengatakan para pejabat kesehatan telah menghubungi orang-orang yang terpapar virus.

Pelacakan kontak ini berlangsung mudah karena si penata rambut menyimpan catatan pelanggan dengan baik.

Pejabat kesehatan merinci semua tempat yang dikunjungi si penata rambut, termasuk Dairy Queen setempat, Walmart, dan apotek CVS.

Mereka mendesak masyarakat yang pergi ke tempat-tempat itu untuk mengecek apakah mereka memiliki gejala virus corona.

Goddard mengatakan dia senang dengan tindakan pembersihan menyeluruh yang dilakukan pihak salon Great Clips dan ia menganggap bahwa tempat itu sudah aman.

“Keselamatan pelanggan Great Clips dan penata rambut di salon adalah prioritas utama kami dan sanitasi yang baik selalu menjadi praktik penting di industri tata rias di salon Great Clips. Kami telah menutup salon tempat karyawan bekerja dan saat ini sedang menjalani sanitasi tambahan dan pembersihan menyeluruh,” kata pemilik salon Great Clips dalam pernyataannya kepada afiliasi CNN, KYTV.

Menurut Universitas Johns Hopkins, lebih dari 96.000 orang meninggal akibat virus corona di AS, di mana jumlah kasus yang dikonfirmasi lebih dari 1,6 juta. Missouri memiliki hampir 12.000 kasus infeksi dan lebih dari 600 kematian. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 16
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares