1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Virus Corona Merebak, Ombudsman: Pemerintah Perlu Buat Aturan Bagi TKA China

3 min read
virus corona merebak
HeloBorneo.com – Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (22/1/2020). Alat pemindai suhu tubuh tersebut dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar sebagai upaya pengawasan dan antisipasi penyebaran Virus Corona yang mewabah dari Wuhan, China. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aa)

JAKARTA | Ancaman wabah virus Corona (Koronavirus) dipandang oleh anggota Ombudsman Republik Indonesia La Ode Ida sebagai alarm bagi pemerintah Indonesia untuk segera membuat aturan bagi para pekerja asal China.

“Perlindungan terhadap nyawa warga negara Indonesia lebih diutamakan ketimbang investasi yang katanya banyak menyerap tenaga kerja,” ujar La Ode lewat pesan singkat di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Antara, Ahad (26/1/2020).

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia seharusnya segera mengeluarkan larangan masuknya pekerja asal China, bahkan wisatawan dari China ke Indonesia. Para pekerja yang sudah telanjur berada di Indonesia pun segera didata dan dilakukan pemeriksaan khusus guna memastikan mereka terbebas dari virus mematikan itu.

Wabah Koronavirus merupakan persoalan sangat serius bagi anggota Ombudsman RI yang membidangi masalah sumber daya manusia dan sumber daya alam itu. Ia ingin pemerintah Republik Indonesia dapat menghindarkan warganya dari virus mematikan tersebut.

Apalagi wabah virus tersebut sudah menjangkiti banyak korban di China Daratan, dan sudah pula menimbulkan korban jiwa di sejumlah negara lainnya, termasuk di Singapura dan Thailand.

“Pemerintah Indonesia memiliki kewajiban asasi untuk melindungi warganya dari bahaya kontaminasi dari virus yang kemungkinan dibawa oleh para pekerja atau para wisatawan China,” ujar La Ode.

Ombudsman Lakukan Investigasi

Hasil investigasi Ombudsman RI ke sejumlah daerah pada tahun 2018 menemukan fakta mengejutkan. Bahwa umumnya pekerja bekerja di smelter penanaman modal asing (PMA) asal China. La Ode Ida pun membeberkan catatan penting temuannya. Sekitar 70 persen penumpang pesawat menuju Kendari di Sulawesi Tenggara serta Sulawesi Tengah melalui Bandar Udara Soekarno Hatta Cengkareng menuju adalah para buruh asal China.

“Setiap hari ada dua pesawat (Batik pukul 03.00 dan Lion pukul 06.00) dengan penumpang lebih dari 70 persen adalah para buruh asal China itu,” katanya.

WHO Belum Beri Rekomendasi

Sementara itu, menurut Ikatan Dokter Indonesia, sampai saat ini Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) belum mengeluarkan rekomendasi terkait. Rekomendasi yang dimaksud yaitu untuk pembatasan wisatawan atau perdagangan dengan Cina seperti yang diusulkan Ombudsman RI.

Sebagaimana diketahui, saat ini sedang terjadi kasus peradangan akut pada jaringan paru-paru manusia (pneumonia). Wabah ini bermula dari adanya laporan 27 kasus akibat wabah Koronavirus di Kota Wuhan, China. Kasus itu terus berkembang cepat hingga mencapai lebih dari 830 kasus di seluruh dunia.

Pada Senin (27/01), dilansir dari bbc, para pejabat komisi kesehatan mengatakan jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Hubei telah bertambah. Dari sebelumnya 56 orang menjadi 76 orang. Sementara empat korban lainnya berada di daerah lain. Secara keseluruhan, jumlah pasien yang dipastikan terjangkit virus corona mencapai 2.744 orang.

Para korban meninggal dunia, termasuk di Thailand, Hong Kong, Macau, Jepang, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Tetap Waspada

Kenyataan tersebut belum membuat WHO memberi rekomendasi secara spesifik. Rekomendasi terkait pembatasan perjalanan wisatawan ataupun kegiatan perdagangan dengan China. Saat ini WHO masih terus melakukan pengamatan serius setiap perkembangan terkini dari kasus virus Corona merebak ke seantero dunia ini.

Di tepat terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr. Daeng M Faqih mengatakan bahwa Koronavirus yang menjangkiti RRT adalah virus Corona jenis baru. Jenis ini dikenal sebagai Novel Coronavirus (2019-nCOV) yang belum terdapat vaksin untuk mencegahnya. Sementara ini, IDI meminta agar warga jangan panik namun tetap waspada terkait berita Virus Corona merebak.

Daeng menegaskan apabila mengalami gejala demam, batuk, disertai kesulitan bernapas tidak perlu panik. Diharapkan segera mencari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. (*) [HeloBorneo.com


| #coronarovirus #coronavirus #viruscorona #VirusChina #2019nCoV #CoronaOutbreak #TolakSementaraTurisChina |

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares