22 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Vaksin Covid-19, Bill Gates Sebut Butuh Waktu 18 Bulan Pengembangan

2 min read
vaksin covid-19
HeloBorneo.com – Bill Gates (Foto: Reuters/Jason Lee)

WASHINGTON | Bill Gates sebut butuh waktu 18 bulan kembangkan vaksin Covid-19. Lebih dari 100 vaksin coronavirus sedang dikembangkan, tetapi delapan hingga 10 telah menarik perhatian Bill Gates. Namun, dia berpikir ada 8 hingga 10 kandidat vaksin covid-19 yang menjanjikan, dan satu bisa siap hanya dalam 9 bulan.

Sosok triliuner yang merupakan salah satu pendiri Microsoft ini telah mengeluarkan ratusan juta dolar untuk mengembangkan vaksin covid-19 melalui organisasi filantropisnya, the Bill & Melinda Gates Foundation. Yayasan tersebut sejauh ini telah berjanji $ 250 juta untuk memerangi virus mematikan itu. Perkembangan terbaru, Gates telah mengumumkan bahwa yayasannya itu berencana untuk mendedikasikan sumber daya penuh untuk menghadapi pandemi.

Mulai dari 9 Bulan Hingga 2 Tahun

bill gates
HeloBorneo.com – Gedung Bill and Mellinda Gates Foundation (Foto: Adbar – Own work, CC BY-SA 3.0)

Sebagaimana dilansir dari businessinsider, diberitakan bahwa Gates melalui postingan di blognya, menjabarkan proses untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin.

Dia menulis bahwa suatu vaksin kemungkinan akan memakan waktu sekitar 18 bulan untuk berkembang, meskipun dia menambahkan bahwa itu “mungkin hanya 9 bulan atau selama dua tahun.”

“Pada 9 April, ada 115 kandidat vaksin covid-19 yang berbeda dalam jalur pengembangan,” tulis Gates.

Dari Ratusan, 8 Hingga 10 Kandidat Vaksin Menjanjikan

vaksin covid-19
HeloBorneo.com – Ilustrasi vaksin (Foto: Pixabay/Chillsoffear)

Bill mengatakan, dari ratusan kandidat vaksin, dia melihat delapan hingga sepuluh diantaranya cukup menjanjikan. “Saya pikir delapan hingga sepuluh dari mereka terlihat sangat menjanjikan. Yayasan kami akan mengawasi semua yang lain untuk melihat apakah kami melewatkan yang memiliki karakteristik positif,” jelasnya.

Gates mengatakan para kandidat yang menjanjikan “mengambil berbagai pendekatan untuk melindungi tubuh terhadap covid-19,” melanjutkan untuk menjelaskan bagaimana ada dua jenis utama vaksin: tidak aktif dan hidup.

Vaksin yang tidak aktif mengandung versi mati dari patogen yang diinginkan, sedangkan yang hidup mengandung dosis yang lebih kecil tetapi hidup. Gates menggambarkan metode ini sebagai tradisional dan dapat diandalkan tetapi menambahkan bahwa mereka intensif sumber daya dan lambat untuk dikembangkan.

“Saya sangat senang dengan dua pendekatan baru yang diambil beberapa kandidat: vaksin RNA dan DNA,” tulis Gates.

Vaksin Covid-19, Sebuah Tantangan

Meskipun Gates Foundation telah meneliti vaksin RNA selama hampir satu dekade, mereka belum berhasil keluar ke alam liar. “Karena vaksin covid-19 akan menjadi vaksin RNA pertama yang keluar dari gerbang, kita harus membuktikan bahwa platform itu berfungsi dan menciptakan kekebalan,” kata Bill Gates. “Ini seperti membangun sistem komputer Anda dan perangkat lunak pertama Anda pada saat yang sama.”

Tantangan utama seputar memproduksi vaksin covid-19 adalah bahwa vaksin coronavirus belum pernah dikembangkan hingga saat ini. Tetapi miliarder Microsoft telah mengatakan berkali-kali bahwa kembalinya ke normalitas total tidak mungkin tanpa vaksin.

“Manusia tidak pernah memiliki tugas yang lebih mendesak daripada menciptakan kekebalan luas untuk virus corona,” tulisnya. “Secara realistis, jika kita akan kembali normal, kita perlu mengembangkan vaksin covid-19 yang aman dan efektif,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares