16 August, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Gawe Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2022

Gawe Dayak Naik Dango Kota Singkawang Tahun 2022 digelar sebagai kalender rutin dan juga sebagai upaya untuk terus melestarikan adat dan budaya Dayak dalam Memperkokoh Keutuhan NKRI.

_______________________________________

Gawe Dayak Naik Dango
Gawe Dayak Naik Dango Kota Singkawang Tahun 2022 digelar sebagai kalender rutin dan juga sebagai upaya untuk terus melestarikan adat dan budaya Dayak dalam Memperkokoh Keutuhan NKRI. | HeloBorneo.com — Ilustrasi. (Foto: ist)

 

Oleh: Gusti Juliansyah

 

SINGKAWANG | Kota Singkawang kembali menyelenggarakan event budaya Dayak yakni Gawe Dayak Naik Dango Kota Singkawang Tahun 2022. Acara yang telah masuk dalam kalender kegiatan tahunan ini diadakan mulai tanggal 26 hingga 29 Mei 2022 berlokasi di Rumah Betang Kota Singkawang dan dibuka secara resmi oleh Walikota Singkawang serta dihadiri oleh segenap unsur Forkopimda Kota Singkawang, tokoh masyarakat dan tokoh adat dari masyarakat Kota Singkawang.

Pada penyelenggaraan Gawai Dayak yang bertemakan “Dengan Semangat Naik Dango Kota Singkawang, Kita Lestarikan Adat dan Budaya Dayak dalam Memperkokoh Keutuhan NKRI” ini diisi dengan kegiatan utama yakni ritual adat dan sejumlah kegiatan pelestarian budaya Dayak antara antara lain perlombaan tradisional seperti menyumpit, permainan gasing, mantes/ketapel, dan lomba terompah/bakiak. Acara juga dilengkapi dengan lomba kreativitas yang melibatkan anak-anak seperti lomba vokal untuk anak remaja, busana anak, lomba melukis untuk anak tingkat TK, dan sebagainya.

Secara historis, ritual Gawai Dayak dahulunya merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen yang melimpah masyarakat suku Dayak Kanayatn, Kalimantan Barat, masyarakat Dayak yang bercorak agraris. Sehari sebelum ritual Naik Dango masyarakat harus melaksanakan Batutu, yakni memasak beberapa makanan sebagai simbol hasil pertanian masyarakat. Makanan yang diolah yakni beras ketan yang dimasak di dalam bambu berukuran besar dan tumpi (semacam roti cucur).

Dikutip dari kumparan.com, upacara adat Naik Dango ditandai dengan menyimpan seikat padi yang baru dipanen ke dalam lumbung padi (dango) oleh setiap kepala keluarga keturunan suku Dayak yang bertani atau berladang. Setelah diletakkan di dalam dango, selanjutnya dilaksanakan upacara Nyangahatn atau disebut juga Barema, di saat inilah doa-doa Pamane atau tetua adat dipanjatkan kepada Sang Pencipta atau Nek Jubata. Bagian penting dalam upacara Naik Dango adalah Nyangahatn. Dalam prosesnya Tingkakok Nimang Padi, simbol yang mengingatkan proses turunnya padi dari Jubata atau Sang Pencipta kepada manusia.

Gawe Naik Dango Tahun 2022 Kota Singkawang telah sukses digelar dengan dihadiri seluruh masyarakat baik dalam maupun luar Kota Singkawang dalam suasana suka cita, tertib, aman dan damai. Kegiatan kebudayaan semacam ini perlu digelar dalam rangka melestarikan budaya yang menjadi bagian dari jati diri dan upaya mempererat persatuan antar anak bangsa. (sumber)

(*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini