30 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bersih! Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Teuku Mulya Lolos OTT KPK Bupati Ade Yasin, Ini Sosoknya

OTT KPK Bupati Ade Yasin menjadi kabar terbaru pemberantasan korupsi di Indonesia yang seolah tak ada habisnya. Namun, di tengah berita miris ini, muncul sesosok harapan tentang pejabat bersih yang dapat dijadikan panutan.

_______________________________________

ott kpk bupati ade yasin
OTT KPK Bupati Ade Yasin menjadi kabar terbaru pemberantasan korupsi di Indonesia yang seolah tak ada habisnya. Namun, di tengah berita miris ini, muncul sesosok harapan tentang pejabat bersih yang dapat dijadikan panutan. | HeloBorneo.com — Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Teuku Mulya (dok. BPKAD Kabupaten Bogor)

 

JAKARTA | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Senyap di Kabupaten Bogor dan Bandung. Dari Operasi Senyap yang dilakukan oleh KPT tersebut, berhasil mengamankan 12 orang yang terdiri dari 8 pejabat Kabupaten Bogor dan 4 orang pegawai BPK Jawa Barat.

Namun, KPK hanya menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana suap yang dilakukan Bupati Bogor Ade Yasin dan anak buahnya.

Sedangkan 4 pejabat dan staf Kabupaten Bogor lainnya, dilepaskan oleh KPK karena tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat terkait keterlibatan mereka dalam dugaan tindak pidana suap tersebut.

Salah satu pejabat Kabupaten Bogor yang dilepaskan oleh KPK adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Teuku Mulya.

Pria yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Bogor tersebut selama ini memang dikenal bersih dan tidak neka-neko.

Saat OTT KPK Bupati Ade Yasin, Teuku Mulya ikut ditangkap

Saat KPK melakukan OTT di Kabupaten Bogor, Teuku Mulya sebagai salah satu pejabat yang ikut diamankan oleh KPK bersama Bupati Bogor Ade Yasin.

Teuku Mulya ikut diamankan karena jabatannya sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Bogor yang terlibat langsung dalam penyusunan Laporan Keuangan Daerah untuk dilakukan pemeriksaan oleh BPK Jawa Barat.

Namun karena Teuku Mulya memang tidak berbuat hal-hal yang dapat menjerumuskan dirinya, bersama Sekretaris BPKAD Andri Hadian pun bisa lolos dari jeratan KPK.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 oleh penyidik KPK, dan tidak ditemukan bukti-bukti yang memberatkan, Teuku Mulya dan Andri Hadian pun dibebaskan oleh KPK.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari 12 orang yang berhasil diamankan KPK tersebut, sebanyak 8 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana suap.

Sebanyak 8 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, terdiri dari penyuap dan penerima suap.

Untuk tersangka penyuap adalah pejabat Pemkab Bogor terdiri dari :

1. Ade Yasin, Bupati Bogor periode 2018-2023

2. Iksan Ayatulloh, Kasubdit Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor

3. Maulana Adam, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor

4. Rizki Taufik, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Untuk empat orang yang ditetapkan tersangka penerima suap adalah pegawai BPK Jawa Barat, yang terdiri dari :

1. Anthon Merdiansyah, pegawai BPK Jawa Barat Jabar Kasub Auditorat IV Jawa Barat 3 (Pengendali Teknis)

2. Arko Mulawan, Pegawai BPK Jawa Barat (Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor)

3. Hendra Nur Rahmatullah Karwita, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat (Pemeriksa)

4. Gerri Ginajar Trie Rahmatullah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat. (Pemeriksa)

Sedangkan empat orang pejabat Pemkab Bogor lainnya, dilepaskan kembali oleh KPK karena tidak ditemukan barang bukti yang kuat terkait keterlibatan mereka. (sumber: Portalsiber)

(*) [HeloBorneo.com]

 

 

Bagi artikel ini