17 May, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bakrie Group Gandeng Britishvolt Garap Proyek Nikel di Indonesia

Bakrie Group gandeng Britishvolt dalam upaya salah satu grup konglomerat di Indonesia itu mengembangkan bisnis nikel dan energi terbarukan. Britishvolt akan menjadi mitra VKTR, yang merupakan salah satu anak usaha Bakrie untuk menyediakan pasokan nikel sulfat dari Indonesia.

________________________________________

Bakrie Group gandeng Britishvolt dalam upaya salah satu grup konglomerat di Indonesia itu mengembangkan bisnis nikel dan energi terbarukan. Britishvolt akan menjadi mitra VKTR, yang merupakan salah satu anak usaha Bakrie untuk menyediakan pasokan nikel sulfat dari Indonesia. | HeloBorneo.com — Proses penandatanganan nota kesepahaman. (Foto: ist)

 

JAKARTA | VKTR adalah unit bisnis PT Bakrie Autoparts yang telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Britishvolt untuk menggarap proyek nikel sulfat di Indonesia.

Sebagai informasi, PT Bakrie Autoparts adalah anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). BNBR adalah perusahaan investasi yang di bawah kendali Bakrie Group.

Sebagaimana dilansir dari akun media sosial Instagram milik Anindya Bakrie, Divisi VKTR Britishvolt dan Bakrie Autoparts akan bermitra dalam bisnis rendah karbon dengan mengembangkan pasokan nikel sulfat dari Indonesia.

Kemitraan tahap pertama akan fokus pada pembangunan fasilitas nikel sulfat di Indonesia untuk memastikan pasokan bahan baku baterai ke pabrik “gigaplant” milik Britishvolt di Blyth, Northumberland, Inggris.

“Gigaplant” atau pabrik berukuran raksasa itu akan dibangun dengan nilai investasi sebesar 2,6 Miliar Poundsterling. Rencananya, pabrik tersebut akan mulai memproduksi baterai lithium-ion pada akhir tahun 2023.

Acara ini dibuka oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, dan Anindya Bakrie sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, serta Dubes RI untuk Inggris Desra Percaya sebagai tuan rumah.

Hadir juga beberapa tokoh UK seperti Anggota Parlemen Richard Graham, Member of the House of Lords Lord Safraz, Ketua Kadin Inggris (CBI) Lord Karan Bilimoria, Ketua UK-ASEAN Business Council Baronesse Lucy Neville dan para tokoh lainnya.

Nota kesepahaman ini ditandatangani Anindya Bakrie sebagai Chairman VKTR dan CEO Britishvolt Orral Nadjari. Kemitraan ini juga akan mengembangkan roadmap penelitian dan pengembangan (R&D) untuk teknologi baterai.

Britishvolt dan unit Bakrie Autoparts berencana membuat joint venture (JV) bernama Indovolt BV VKTR.


bakrie group gandeng britishvolt
HeloBorneo.com — Ilustrasi: Britishvolt. (Foto: IG@britishvolt)

 

Bakrie Group gandeng Britishvolt, ini apresiasi Anindya Bakrie 

Ketua dan pendiri Yayasan Bakrie Center Anindya Bakrie pun mengungkapkan apresiasinya terkait penandatanganan nota kesepahaman itu. “VKTR antusias telah menandatangani MoU dengan Britishvolt, dan berharap dapat berkolaborasi dengan pelopor baterai untuk mengembangkan rantai pasokan manufaktur baterai yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anin mengatakan bahwa momentum ini sekaligus memperlihatkan semangat dan komitmen Bakrie Group dalam menghadapi tantangan di masa depan yang lebih ramah lingkungan.

“Dukungan VKTR atas kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen berpikir ke depan Bakrie Group. Di hari jadinya yang ke-80. Kami memulai babak baru yang berfokus pada 3C, yaitu Climate (iklim), COVID-19, dan Capital trends (Tren Modal),” lanjut anak sulung dari Aburizal Bakrie ini.

Lebih lanjut, dia mengatakan, “Upaya ini adalah bagian dari sumbangsih kami untuk mendukung target Net Zero di tahun 2060. Seperti diketahui, Net Zero transition adalah salah satu prioritas G20 dan B20 Indonesia. Karenanya VKTR akan terus bergerak berkontribusi di dalam hal ini.”

Rencana bisnis JV tersebut pada awalnya dan terutama akan berkonsentrasi pada keamanan pasokan hulu untuk nikel melalui konversi nikel sulfat.

Porsi pasokan nikel yang akan diamankan oleh VKTR untuk Britishvolt dalam hal tonase dan timing akan ditentukan dalam lima bulan ke depan.

Kemitraan ini juga akan melibatkan VKTR dan Britishvolt secara bersama-sama mengembangkan kapasitas pemurnian nikel di Indonesia. Kilang ini pada akhirnya akan ditenagai oleh energi terbarukan.

Setelah kesepakatan awal dilakukan oleh para pihak, akan dilakukan studi khusus tentang potensi untuk membangun gigaplant baterai di Indonesia, dan kemungkinan lokasi lain. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini