HeloBorneo.com, Lomba Manyipet, tradisi berburu khas Dayak, digelar meriah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (18/5/2026). Ajang ini diikuti 13 kontingen putra dan 10 kontingen putri dari berbagai kabupaten/kota se-Kalteng, menjadi bagian dari Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 untuk melestarikan kearifan lokal.

Manyipet dikenal sebagai tradisi berburu khas Dayak yang menggunakan sumpit atau sipet. Dahulu, senjata ini dipakai untuk berburu binatang di hutan dan berperang melawan Belanda. Sumpit atau sipet dapat membunuh dengan senyap dan digunakan secara rahasia dengan cara ditiup.

Saat ini, tradisi manyipet lebih sering dijumpai sebagai perlombaan atau cabang olahraga tradisional. Meskipun masyarakat Dayak masih berburu, penggunaan sumpit sudah jarang dilakukan, berganti dengan senapan lantak atau senapan angin. Dalam perlombaan, peserta dituntut memiliki ketepatan dan konsentrasi tinggi saat membidik sasaran.

Lomba manyipet tersebut diselenggarakan di halaman GOR Indoor Serbaguna, Palangka Raya. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang memeriahkan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. FBIM rutin digelar setiap bulan Mei sejak tahun 1993, dari pusat kota hingga tepian Sungai Kahayan, sebagai kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.

Pelaksanaan tradisi manyipet dalam festival ini bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan kearifan lokal khas Dayak. Selain itu, kegiatan ini juga berupaya mengembangkan budaya setempat dan meningkatkan daya tarik pariwisata Kalimantan Tengah. Hal ini menjadi upaya melestarikan budaya leluhur.