26 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Sambangi PMI di Sarawak, BKKBN dan KJRI Kuching Sosialisasi Perencanaan Keluarga

2 min read
BKKBN dan KJRI Kuching Sosialisasi
HeloBorneo.com – Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo (kiri) tampak berbincang dengan salah seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang menerima layanan KB di salah satu ladang sawit di Sarawak, Malaysia, Minggu (16/2). (Foto: Antara/BKKBN Kalbar)

KUCHING | BKKBN dan KJRI Kuching sosialisasi perencanaan keluarga kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sarawak. Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo bersama Kepala Perwakilan KJRI di Kuching, Yonni Triprayitno terjun langsung melakukan pelayanan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) dan sosialisasi Kesehatan Reproduksi (Kespro).

Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan layanan jemput bola paspor yang dilakukan oleh KJRI Kuching. Layanan jemput bola ini berupa pembuatan serta perpanjangan paspor bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sarawak Kuching, Malaysia. Tepatnya di Ladang Ladong Tradewinds Plantation Berhard.

Dilansir dari Antara, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengatakan kedatangannya untuk memberikan sosialisasi terkait perencanaan keluarga. “Kami datang disini, sebenarnya ingin memberikan pelayanan kesehatan dan pemasangan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) Metode KB Jangka Panjang (MKJP) kepada ibu-ibu dan bapak-bapak secara gratis. Selain itu ini sebagai silaturahmi agar masyarakat Indonesia dimanapun berada bisa merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo di Sarawak, Malaysia, Minggu (16/2/2020).

Pesan dari Jokowi

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan pesan dari Presiden Joko Widodo kepada BKKBN. Pesannya yaitu agar melakukan pelayanan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ada di ujung-ujung dan pelosok-pelosok.

“Dan kehadiran kami disini, sebagai gambaran bahwa tugas Pemerintah Indonesia untuk memikirkan rakyatnya tidak hanya yang ada di Indonesia. Akan tetapi juga yang berada di luar negeri. Termasuk yang ada di perusahaan-perusahaan sawit yang ada di Malaysia ini,” kata Hasto.

Kepada para PMI dan istrinya masing-masing, ujar Hasto, BKKBN memberi beberapa pelayanan pemasangan alat kontrasepsi MKJP seperti, suntik, implan dan IUD.

“Ber-KB ini kita lakukan bukan untuk melarang punya anak. Namun pemerintah ingin mendorong agar pembangunan keluarga yang terencana guna mengapai masa depan yang lebih baik,” katanya.

Hal ini ujarnya menambahkan, diantaranya bisa dimulai dari persiapan kematangan usia perkawinan, kesehatan reproduksi dan jarak kelahiran.

Pentingnya Pernikahan yang Sah

Namun, yang tidak kalah penting perkawinan itu harus melalui pernikahan dan memiliki surat nikah yang sah pula. “Ini dimaksudkan agar anak-anak yang dilahirkan dan ibu melarikan itu sehat.

Dan dengan persiapan serta pernikahan yang sah, maka masa depan keluarga terutama anak-anak ke depan akan lebih baik juga. Dengan pernikahan yang sah itu juga anak-anak kita bisa memiliki akte lahir yang ke depan sangat berguna bagi anak itu sendiri,” katanya.

Silaturahmi Dengan Pekerja Indonesia

Sementara itu, Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Yonni Triprayitno dalam kesempatan itu mengatakan, terlaksananya kegiatan silaturahmi dan bakti sosial pelayanan KB seperti ini tentu sangat disyukuri.

“Kami tentunya dari KJRI Kuching tentu sangat mendukung penuh kegiatan yang baik ini. Mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini dapat kita lakukan, dimana dari kami dengan melakukan pelayanan pasport dan BKKBN serta pihak terkait bisa melakukan pelayanan kesehatan dan pelayanan KB,” ujarnya. (*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares