Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

RSPAD Siap Tangani Ibu Hamil Positif Covid-19, KSAD: Kita Terima, Jangan Ditolak

2 min read
RSPAD siap tangani ibu hamil positif Covid-19
HeloBorneo.com – KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto: Antara)

JAKARTA | RSPAD siap tangani ibu hamil positif Covid-19. Kesiapan itu diungkapkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa.

KSAD menegaskan, RSPAD Gatot Subroto telah menyiapkan ruang khusus. Ruang itu bakal menjadi tempat untuk menangani ibu hamil yang positif terinfeksi covid-19. Kesiapan itu sekaligus memastikan bahwa RSPAD siap tangani ibu hamil positif Covid-19. Bahkan, RSPAD juga siap menangani pasien dengan berbagai kondisi lainnya.

Melalui telekonferensi berkala, hal itu disampaikan KSAD dalam rapat bersama RSPAD Gatot Soebroto dan jajaran pimpinan TNI AD terkait perkembangan penanganan covid-19.

Dalam kesempatan itu, Andika Perkasa mengungkapkan, bahwa RSPAD mendapat kehormatan sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 menghadapi beragam pasien. Termasuk diantaranya ibu hamil dengan status positif cocid-19 yang melahirkan.

Terima Semua Pasien

Dengan tegas, KSAD meminta RSPAD untuk menerima semua pasien dan memberikan layanan terbaik. “Selama tempat tidur dan ruangan masih ada, (ibu hamil) kita terima, jangan ditolak, bahkan beri pelayanan terbaik,” demikian ujar Jenderal Andika Perkasa melalui keterangan tertulis, Kamis (30/4/2020).

Ia pun meminta RSPAD menyiapkan fasilitas melahirkan bagi pasien positif corona yang hamil. Dia juga menginstruksikan RSPAD melengkapi peralatan di ruang dengan tekanan negatif untuk melayani pasien positif yang hamil.

Sebagai informasi, Andika Perkasa mendapatkan laporan adanya seorang ibu yang positif covid-19 melahirkan di RSPAD. Andika menjelaskan, bahwa sebelum mendapatkan penanganan medis di RSPAD, kondisi ibu itu sangat mengkhawatirkan.

Andika mengungkapkan, bahwa nyawa sang ibu terancam karena dalam kondisi hamil tua dia ditolak sejumlah rumah sakit. Bahkan sampai pecah ketuban. “Bayi yang lahir dari ibu pasien PDP kemarin, sebelum dibawa ke RSPAD sudah pecah air ketubannya. Ibu itu juga sudah ke satu atau dua rumah sakit, tapi ditolak,” ungkapnya.

Bayi Negatif Covid-19

Dokter yang menangani sang ibu dan bayinya, dr Yenu Purnama, memberikan laporan terkait kondisi terkini sang bayi kepada KSAD. Dari hasil swab pertama, sang bayi dinyatakan negatif corona.

“Saat ini akan dilakukan swab yang kedua, jika hasilnya negatif lagi, bisa dipulangkan. Namun, yang menjadi masalah berikutnya, sang ayah harus melakukan tes swab juga, karena selama ini menemani sang istri yang sudah positif Corona,” ujar dr. Yeni.

Siapkan Kebutuhan Bayi

Melihat kondisi tersebut, RSPAD akan menyiapkan ruang PICU (pediatric intensive care unit) dan NICU (neonatal intensive care unit) untuk kebutuhan bayi dan balita yang terpapar COVID-19.

Untuk ruang PICU akan disediakan 5 ventilator, sedangkan ruang NICU akan disediakan 2 ventilator, serta akan disiapkan alat-alat untuk menunjang kebutuhan di kedua ruangan tersebut. Selain itu, pihak RSPAD juga melaporkan mengenai reagen untuk rapid test COVID-19, telah sampai di RSPAD bersamaan dengan satu unit robotic ekstrasi RMA.

Kepala labolatorium RSPAD dr. Lili menjelaskan robotic ekstrasi dapat berdiri sendiri dan terpisah dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR). “Untuk robotic ini, satu jam bisa memeriksa 32 pasien sehingga lebih efektif dan akurasinya lebih cepat dan lebih tepat,” kata dr. Lili. (*) [HeloBorneo.com]

 

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: