Banjar – HeloBorneo.com, Kasus pembunuhan Norlina (37) yang jasadnya ditemukan dengan leher nyaris terputus di persawahan Desa Lok Tunggul, Pengaron, Kabupaten Banjar pada 30 Mei lalu akhirnya terungkap. Pelaku adalah tetangga korban, Adul Sakar (60), yang ditangkap pada 19 Juni. Menurut Kapolres Banjar AKBP Fadli, Adul Sakar sakit hati karena diteriaki "dasar bungul" oleh korban saat menginjak sawahnya.
Pelaku Adul Sakar (60) ditangkap polisi pada 19 Juni lalu. Setelah pemeriksaan, Adul Sakar mengaku melakukan pembunuhan itu karena merasa tersinggung dan sakit hati. Hal itu diungkapkan Kapolres Banjar AKBP Fadli dalam konferensi pers di Mapolres Banjar, Senin (22/6/2026).
"Korban mengatakan ‘dasar bungul’ kepada pelaku karena pelaku menginjak sawah korban bekerja," ujar Fadli. Diketahui, korban dan pelaku memang bertetangga dan tinggal di desa yang sama.
Saat kejadian, pelaku melewati sawah korban. Melihat hal itu, korban lantas meneriaki pelaku. "Karena tidak terima, pelaku menyerang korban," kata Fadli.
Pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam (sajam) milik korban yang ada di TKP. Adul Sakar secara membabi buta menyerang korban di bagian leher. "Hingga (lehernya) hampir terputus, kemudian juga menyerang anggota tubuh korban beberapa kali," beber Fadli.
Usai melancarkan aksinya, pelaku langsung menyimpan sajam milik korban di dekat korban. Adul Sakar kemudian pergi meninggalkan korban yang sudah tak bernyawa. Norlina akhirnya ditemukan tewas oleh suaminya.
Sebelumnya, penemuan mayat perempuan di persawahan Dusun Pangkalan, Kabupaten Banjar, sempat menghebohkan warga pada Sabtu (30/5/2026) sore. Perempuan itu belakangan diketahui bernama Norlina (37), warga Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, Norlina pergi ke area persawahan sekitar pukul 15.30 Wita. Karena tak kunjung kembali hingga malam, suami korban mencari Norlina sekitar pukul 18.30 Wita dan menemukannya sudah meninggal dunia.