27 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

KJRI Kuching Bersama Relawan Pemuda Bagikan Bantuan Ke PMI Terdampak Covid-19

2 min read
KJRI Kuching bersama relawan pemuda
HeloBorneo.com – KJRI Kuching bersama relawan pemuda yang tergabung dalam Sukarelawan Belia Islam Sibu bergerak membagikan bantuan paket makanan kepada Pekerja Migran Indonesia. (Foto: utusanborneo.com.my)

KUCHING | KJRI Kuching bersama relawan pemuda yang tergabung dalam Sukarelawan Belia Islam Sibu bergerak membagikan bantuan paket makanan kepada Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di kawasan wilayah tengah, Sibu, Serawak, Malaysia.

Ketua relawan pemuda tersebut, Muhammad Hanis Salleh, mengatakan bahwa mereka bekerjasama dengan KJRI Kuching yang diwakili oleh Taufan Bahtiar.

“Bantuan ini disalurkan oleh Pemerintah Indonesia dibantu oleh Sukarelawan Belia Islam. Menghantar sumbangan makanan kepada warga Republik Indonesia yang bekerja di sekitar Sibu,” ujarnya, dilansir dari utusanborneo.com, (18/4/2020).

Minta Tetap Patuhi Aturan

Selain itu, lanjut Muhammad Hanis Salleh, pihaknya juga menyarankan kepada para PMI untuk tidak khawatir, tidak perlu kembali ke negara asal (Indonesia – red). Pihaknya juga meminta para PMI untuk arahan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) yang dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia.

Muhammad Hanis Salleh mengatakan sejauh ini, 1.000 paket makanan pokok telah dibagikan kepada para PMI di sekitar Sibu dan sisanya akan menyusul.

Beberapa daerah yang mereka kunjungi, katanya, adalah lokasi konstruksi, ruko, pabrik, tempat tinggal staf dan sebagainya sesuai dengan daftar yang dirilis yang terdaftar melalui KJRI.

“Hari ini kami ke Bintangor untuk membagikan paket makanan kepada 347 penerima di sana. Kami telah membantu mendistribusikan bantuan ini sejak 8 April,” jelasnya lagi.

PMI Terdampak Covid-19

Sementara itu, Taufan Bahtiar mengatakan, diperkirakan sekitar 2.000 warga Indonesia akan menerima bantuan di wilayah tengah.

Taufan mengatakan, bantuan dari KJRI Kuching ini dalam rangka membantu warga negara Indonesia. Pasalnya, mereka yang merupakan PMI terkena dampak covid-19, setelah kehilangan pendapatan mereka sebagai akibat pelaksanaan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) oleh Pemerintah Malaysia.

sebagai informasi, PKP adalah semacam karantina wilayah yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia untuk memutus mata rantai penularan virus covid-19.

Pekerja Harian

Taufan mengatakan bahwa para PMI itu bergaji harian. Praktis selama pelaksanaan PKP mereka pun tidak memiliki pendapatan. “Sebagian besar dari mereka adalah gaji harian yang bekerja di lokasi konstruksi, pabrik, dan semacamnya. Kami diarahkan oleh KJRI untuk mendeteksi mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak KJRI menggandeng pihak Sukarelawan Belia Islam Sibu. Hal ini untuk memudahkan dalam mencapai keberadaan para PMI yang memang tersebar lokasinya. “Karena masalah transportasi, logistik, dan masalah lainnya. Kami meminta bantuan Relawan Pemuda Muslim Sibu untuk mengirimkan bantuan ini,” demikian ujar Taufan.

Taufan mengatakan paket bantuan yang diberikan adalah sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, makanan kaleng, gula, dan mie instan.

Sementara untuk PMI di luar kawasan pusat, KJRI Kuching yang langsung turun tangan mengirim bantuan. “Untuk daerah di luar kawasan pusat, pihak KJRI sendiri yang mengirimnya,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares