21 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wow! Tokopedia Sumbang Triliunan Rupiah Bagi Pendapatan Kaltim

2 min read
tokopedia
HeloBorneo.com – External Communications Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya. (Foto: Antaranews Kaltim/Novi Abdi)

BALIKPAPAN | Tokopedia sebagai salah satu situs jual beli dan pasar dunia maya (online marketplace) terkemuka di pasar Indonesia memberikan bukti terkini tentang besarnya pengaruh ekonomi dunia berbasis dunia maya terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia, khususnya di daerah-daerah.

Menjelang akhir tahun 2019, Tokopedia mengungkapkan data tentang kiprah perdagangan di situs tersebut bagi pendapatan Provinsi Kaltim. Tokopedia mengklaim transaksi melalui situs tersebut mampu memberikan pendapatan triliunan rupiah. Tidak tanggung-tanggung, besarannya mencapai Rp2.56 triliun bagi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

External Communications Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengungkapkan, bahwa perusahaannya turut memberikan berkontribusi bagi pendapatan rumah tangga di Kaltim hingga melebihi angka Rp814 miliar.

Pendapatan tersebut, lanjut Chandra, datang dari 13.104 lapangan kerja yang tercipta di Kalimantan Timur. Sumber penciptaan lapangan kerja tersebut melalui aktivitas jual beli di aplikasi Tokopedia.

Berdasarkan data Tokopedia, di Kaltim terjadi peningkatan jumlah penjual selama 2018-2019 sebesar 88,5 persen. Berjualan di Tokopedia disebutkan meningkatkan omset sebesar 35,71 persen. Disebutkan juga tingkat penjualan dari Kalimantan Timur ke provinsi lain ada 26,5 persen.

Sebagai informasi, sebelumnya pada tahun 2018, online marketplace ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Kalimantan Timur. Pendapatan tersebut sebesar Rp933 miliar lebih dan Rp297 miliar lebih untuk rumah tangga.

Komitmen Tokopedia Untuk Terus Mendorong Perekonomian Kaltim

Ekhel Chandra Wijaya menuturkan bahwa masyarakat Kalimantan Timur menjadi bagian dari 6,8 juta orang yang menjual lebih dari 200 juta jenis produk terdaftar dengan harga transparan di seluruh Indonesia.

Ia pun menjamin bahwa perusahaannya akan terus mendorong perekonomian di Kaltim.

“Kami berkomitmen menggerakkan perekonomian dalam negeri. Kami selalu berusaha relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai inisiatif di tingkat lokal demi memudahkan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk menciptakan peluang maupun mencapai lebih,” jelas Chandra, sebagaimana dilansir dari Antara, Sabtu (14/12).

Umumnya, produk-produk yang cukup tinggi tingkat kelarisannya berupa produk-produk olahan makanan. Sebut saja masakan kepiting dan krupuk amplang. Keduanya menjadi contoh produk asal Kaltim yang disukai. Selain makanan, kain batik khas Kutai-Kaltim seperti ampiek pun cukup diminati. (*)

[HeloBorneo.com]

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *