Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wow! Jembatan Penghubung Penajam-Balikpapan Bakal Dilengkapi Museum

2 min read
Jembatan Penghubung Penajam-Balikpapan
HeloBorneo.com – Proyek Jembatan Pulau Balang menghubungkan Kota Balikpapan dengan calon ibu kota negara baru, Penajam Paser Utara. (Pemkab PPU)

PENAJAM | Bila jembatan Pulau Balang sudah jadi, jembatan penghubung Penajam-Balikpapan ini tidak sekedar jembatan biasa. Namun, juga bakal menjadi obyek wisata dan juga sejarah, karena akan dilengkapi gedung museum.

Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), dilengkapi dengan gedung Museum. Gedung ini sengaja dirancang agar dapat menjadi obyek wisata bagi pengendara yang melalui jembatan penghubung itu.

“Gedung Museum dirancang dapat menjadi obyek wisata bagi para pengendara yang melewati jembatan Pulau Balang,” ungkap Nicko Herlambang.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang, pada Kamis (11/6/2020) mengatakan bahwa museum itu juga berfungsi sebagai kontrol kondisi jembatan. “Gedung Museum dibangun yang berfungsi sebagai kontrol atau untuk mengetahui kondisi bentang panjang jembatan saat digunakan nanti,” ujar Nicko.

Kemajuan Pelaksanaan Proyek

Kemajuan pembangunan jembatan Pulau Balang saat ini sudah mencapai sekitar 82 persen. Menurut Nicko, proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang ini sebentar lagi rampung. Namun, masih menyisakan beberapa pekerjaan, seperti pembuatan jalan akses pendekat ke Pulau Balang, termasuk juga bangunan ruang untuk mengontrol atau mengawasi, atau control room.

Pengerjaan bentang panjang Jembatan Pulau Balang yang merupakan proyek strategis nasional tersebut juga hampir selesai. Nicko mengatakan, tinggal pembuatan badan jalan. “Informasi dari kontraktor, pembuatan tiang penyangga jembatan juga sudah selesai, tinggal pembuatan badan jalan jembatan yang masih sekitar 500 meter,” ucap Nicko Herlambang.

Anggaran sekitar Rp20 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2019 menurut dia, sudah terserap untuk pembebasan lahan dan pembuatan jalan.

Selanjutnya tinggal menunggu pembebasan lahan di sisi Kota Balikpapan, yang masih terkendala titik penetapan jalan penghubung menuju “trase” atau sumbu jalan untuk ruas jembatan.

Pengerjaan bentang pendek jembatan Pulau balang sepanjang 470 meter telah rampung pada 2015 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD Provinsi Kalimantan Timur sekitar Rp425 miliar.

Pengerjaan bentang panjang jembatan sepanjang 804 meter dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN lebih kurang Rp1,3 triliun dengan pola kontrak tahun jamak. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

 

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: