Sat. Sep 19th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wow! Bendungan Sepaku di Ibu Kota Negara Biayanya Capai Rp800 Miliar

2 min read
bendungan sepaku
HeloBorneo.com – Ilustrasi Bendungan Sepaku. (Sumber: Kanal Youtube Bendungan Indonesia)

PENAJAM | Bendungan Sepaku terus dikejar pembangunannya. Proyek yang terletak di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memang bernilai strategis. Pembangunan bendungan ini terus dikebut sebagai persiapan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kaltim.

Keberadaannya nanti akan menjadi sangat vital untuk mendukung kegiatan di Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Nantinya, bendungan ini akan menjadi sumber untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Tidak tanggung-tanggung, biaya yang harus dikeluarkan untuk proyek pembangunan Bendungan ini mencapai sekitar Rp800 miliar. Anggaran pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut diungkapkan oleh Nicko Herlambang, Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara. “Anggaran pembangunan Bendungan Sepaku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di ibu kota negara baru itu dari APBN mencapai kurang lebih Rp800 miliar,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (20/1/2020).

Rencana Kerja Bendungan Sepaku Semoi

Anggaran itu terbagi untuk pembebasan lahan sekitar Rp200 miliar dan sekitar Rp600 miliar untuk konstruksi tubuh bendungan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rencananya akan melakukan pembebasan lahan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut dalam kurun waktu tiga tahun.

Proses pembebasan lahan untuk tubuh Bendungan mulai dilaksanakan Februari 2020. Setelah itu, pembebasan lahan areal genangan dilakukan bertahap selama tiga tahun.

Luasan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut mencapai sekitar 378 hektare, terdiri dari 36 hektare untuk tubuh bendungan dan luas genangan sekitar 342 hektare.

Surat penetapan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku telah ditandatangani Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor pada 20 Desember 2019. Sedikitnya sejumlah wilayah di Kecamatan Sepaku yakni, Desa Sukomulyo, Argomulyo dan Desa Tengin Baru masuk dalam proyek pembangunan bendungan untuk penyediaan air bersih yang memiliki daya tampung 11,6 juta meter kubik dengan debit 2,4 meter kubik per detik tersebut.

Diprakarsai Sejak Akhir Tahun 2019

Proses pembangunan IKN perlahan dimulai sejak ditetapkan lokasinya melalui pengumuman yang dilakukan oleh Presiden Jokowi pada Agustus 2019 lalu. Kemudian pada Desember 2019, Kementerian PUPR pun mulai mengabarkan rencana pembangunan infrastruktur Bendungan untuk menunjang kebutuhan air bersih di ibu kota baru nanti.

Pada 8 Desember 2019, Pemerintah telah merencanakan pembangunan 8 infrastruktur yang menjadi sumber pengambilan air baku. Rencananya, bendungan yang akan dibangun ini memiliki kapasitas 10,6 juta m3.

Di lokasi IKN baru itu, Menteri Basuki menyampaikan bahwa lelang akan dilakukan awal tahun 2020. Saat ini Kementerian PUPR tengah menyiapkan basic design bendungan tersebut, dan nantinya akan dilelang dengan metode design and build agar lebih cepat selesai.

Nantinya, selain Bendungan Sepaku Semoi, infrastruktur sumber air baku untuk IKN yang akan dibangun adalah Bendungan Samboja II, Intake Loa Kulu Sungai Mahakam, Bendungan Lambakan, Bendungan Beruas, Bendungan Safiak, Bendungan Batu Lepek, dan Bendungan ITCHI. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *