28 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wamen LHK Alue Dohong Ajak Masyarakat Dayak Jaga Keharmonisan

2 min read
Dayak Jaga Keharmonisan
HeloBorneo.com – Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong. (ist)

SAMARINDA | Masyarakat Dayak jaga keharmonisan di tengah-tengah masyarakat. Demikian ajakan Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong. Wamen LHK ingin agar Masyarakat Adat Dayak mendukung penuh program pemerintah pada sektor LHK.

Dukungan tersebut, lanjut Alue dohong, dapat terwujud dengan baik. Terlebih dalam hal mendukung proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kalimantan Timur (Kaltim. Alue Dohong juga minta memanfaatkan Program Perhutanan Sosial (PS) sebaik-baiknya.

Mitra Strategis Pemerintah 

Lebih lanjut, Wamen Alue Dohong mengatakan masyarakat adat Dayak adalah mitra strategis Pemerintah. Kondisi itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan hanya jadikan Keberadaan persatuan masyarakat adat di Kalimantan sekedar motif politis.

_______________

Baca juga:  Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim: Warga Dayak Dukung Ibu Kota Negara Baru

_______________

Menurutnya, keberadaan masyarakat adat dayak harus mulai lebih strategis, yaitu mendukung program pemerintah. Masyarakat adat Dayak diminta ikut terlibat dalam program di bidang ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup dan kehutanan.

“Yang paling strategis saat ini menurut saya adalah mendorong implementasi perhutanan sosial di Kalimantan,” demikian ungkap Wamen Alue Dohong, di Samarinda, Sabtu (1/2/2020). Wamen mengungkap hal tersebut dalam Acara Pelantikan, Rakerda dan Silaturahmi Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur di Pendopo Lamin Etam, Samarinda, Kaltim.

Banyak pejabat turut hadir di acara ini. Diantaranya yaitu para anggota DPD RI dan DPR RI dapil Kalimantan. Walikota Samarinda, Panglima Kodam Mulawarman, Kapolda Kaltim, terlihat di acara. Pihak Forkopimda Kaltim, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK lingkup Kalimantan, juga turut hadir. Sekjen Masyarakat Adat Dayak Nasional dan seluruh pengurus, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Dayak serta Ketua PDKT Kaltim dan para Bupati/ Walikota wilayah Kalimantan atau yang mewakili pun tak ketinggalan hadir di acara tersebut.

Program Perhutanan Sosial

Wamen Alue Dohong mengajak masyarakat adat Dayak ikut serta dalam program Perhutanan Sosial, atau PS. Dia mengatakan bahwa program PS yang merupakan program strategis nasional, baru terealisasi sekitar 44% di Kalimantan Timur. Dari alokasi areal PS di Kalimantan Timur sebesar 386.574 hektare, baru terealisasi sebesar 170.171,18 hektare berwujud izin/hak kelola sebanyak 87 Surat Keputusan (SK) dengan 7.628 kepala keluarga penerimaan manfaat.

Menurut Wamen, ini adalah program yang sangat baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pemberian akses legal kelola hutan.

Terkait program PS, pemerintah menargetkan untuk memberikan 12,7 juta hektare lahan kepada masyarakat. Sebagai informasi, sampai dengan saat ini program PS secara nasional telah memberikan akses kelola kepada 818.457 kepala keluarga dengan jumlah izin/hak kelola sebanyak 6.411 SK, dengan total luasan lahan PS sebesar sebesar 4,048 juta hektare. (*) [HeloBorneo.com

 

Bagi artikel ini
  • 17
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    17
    Shares