22 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Walau Tingkat Kesembuhan Covid-19 Capai 58 Persen, Kaltim Jangan Lekas Terapkan New Normal

2 min read
Kaltim jangan lekas terapkan new normal
HeloBorneo.com – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak (Foto: Dok.humaskaltim)

SAMARINDA | Walau tingkat kesembuhan covid-19 mencapai angka 58 persen, tapi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 meminta Kaltim jangan lekas terapkan new normal.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengimbau agar daerah yang menerapkan new normal (tatanan normal baru) harus memahami prinsip-prinsip protokol kesehatan di semua sektor. Tidak hanya pemerintah, tetapi dunia usaha atau swasta juga harus menyiapkan secara baik sarana dan prasarana pendukungnya.

Kaltim Jangan Lekas Terapkan New Normal

Andi Muhammad Ishak meminta protokol kesehatan harus tetap diutamakan, agar tidak terkesan terburu-buru dan juga demi mencegah kembali menyebarnya covid-19.

“Jangan terkesan terburu-buru. Protokol kesehatan yang utama barus dijalankan demi mencegah terjadinya kembali penularan atau penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing,” kata Andi, Jumat (5/6).

Kondisi Kaltim saat ini, menurut Andi, menjadi kewaspadaan bagi masyarakat. Terutama setelah kembali dibukanya pintu keluar masuk ke daerah-daerah di Kaltim. Untuk itu diimbau kepada semua masyarakat yang ingin bepergian baik keluar maupun masuk ke Kaltim, paling tidak selama seminggu sebelum berangkat harus mengingat ke mana saja dan siapa saja yang ditemui, agar memudahkan dalam tracing nantinya jika setelah di tes, terkonfirmasi positif.

“Upaya karantina sangat penting khususnya dari pintu-pintu masuk dan keluar Kaltim harus diperketat. Peningkatan dan pengetatan skrining dan tes juga dilakukan, karena ¬†kasus-kasus positif yang terjadi belakangan banyak berasal dari orang yang masuk dan akan bekerja di Kaltim,” jelasnya.

Kondisi terakhir perkembangan penyebaran Covid-19 di Kaltim, per Jumat, 5 Juni 2020, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 10.622 kasus, dengan rincian selesai pengawasan 10.266 kasus dan masih dalam.pengawasan 356 kasus. Untuk distribusi kasus pemeriksaan di laboratorium totalnya sebanyak 1.450 kasus, dengan rincian ODP 192 kasus, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 788 kasus dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 530 kasus.

Sementara berdasarkan hasil laboratorium yamg sudah dilakukan tes, jumlah negatif sebanyak 893 kasus, terkonfirmasi positif 317 kasus, probable 1 kasus dan masih menunggu hasil laboratorium 239 kasus. Jumlah pasien sembuh sebanyak 184 kasus, meninggal 3 kasus dan masih dirawat 130.

“Tingkat kesembuhan sudah mencapai 58 persen. Ini merupakan keberhasilan dari kita semua dalam memberikan pelayanan kepada mereka yang terkonfirmasi positif. Semoga pandemi ini segera berakhir. Tetap waspada. Jaga diri dan jaga sesama,” pungkasnya. (sumber: Humas Prov. Kaltim) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •