29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wah! Sejak Pengumuman Ibu Kota Pindah, Penajam Paser Utara Kebanjiran Penduduk Baru

2 min read
Penajam Paser Utara kebanjiran penduduk baru
HeloBorneo.com – Ilustrasi: wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)

PENAJAM | Kabupaten Penajam Paser Utara kebanjiran penduduk baru. Para penduduk ini ingin mengadu nasib di wilayah yang akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru NKRI.

Penambahan signifikan penduduk ini mulai terasa sejak pengumuman pemindahan ibu kota dari Jakarta ke wilayah Provinsi Kaltim oleh Jokowi setahun lalu.

Calon ibu kota baru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) banyak kedatangan pendatang baru. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PPU menyebut fenomena kedatangan penduduk baru tersebut terjadi setelah pemerintah mengumumkan akan memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur pada 2019 lalu.

Penajam Paser Utara Kebanjiran Penduduk Baru, Arus Urbanisasi Naik

Sejak pengumuman tersebut, arus urbanisasi ke Penajam Utara naik. Rata-rata jumlah penduduk baru yang datang mengurus surat pindah masuk ke Kabupaten PPU sekitar 50 orang per hari.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PPU Suyanto mengatakan kebanyakan masyarakat yang mengurus surat pindah berasal dari Sulawesi dan Jawa. Kenaikan jumlah pengurusan surat pindah paling terasa terjadi sejak Ramadhan hingga pasca lebaran ini.

Ia memperkirakan bahwa jumlah penduduk pendatang setelah lebaran ini sudah mencapai 500 orang, lebih banyak ketimbang awal Januari 2020 yang sekitar 300 orang. Dengan kenaikan tersebut ia memperkirakan jumlah penduduk yang saat ini hanya 173.671 jiwa akan meningkat 26.329 menjadi 200 ribu.

“Sejak Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai calon ibu kota negara (IKN) baru, daerah ini seolah menjadi magnet sehingga banyak pendatang dari berbagai daerah yang masuk ke sini,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Senin (1/6/2020).

Tak Bisa Dibendung

Suyanto mengatakan, arus urbanisasi mengakibatkan Penajam Paser Utara kebanjiran penduduk baru. Hal tersebut memang tidak bisa dibendung. Oleh karena itu supaya tidak menimbulkan masalah pihaknya akan berkoordinasi dengan camat, lurah dan kepala desa.

Salah seorang pendatang dari Jawa Timur yang berhasil diwawancarai namun tidak mau disebutkan namanya mengatakan dirinya sudah sekitar sebulan menetap di Penajam. Ia datang ke kabupaten itu karena diajak teman mengerjakan ruko yang kini hampir selesai.

Saat ini, dirinya juga sudah mengantongi surat keterangan menjadi warga Penajam. Ia berkeinginan menjadi petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •