Mon. Aug 10th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Wah! IDM Kaltim Ungguli 3 Pulau Ini

2 min read
IDM Kaltim
HeloBorneo.com – Ilustrasi: suasana desa (Foto: ist)

SAMARINDA | Pembangunan desa di Kaltim mulai menunjukan kualitasnya. Tercatat, IDM Kaltim ungguli 3 pulau. Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Kaltim tahun 2020 berada di peringkat 9 secara nasional.

Peringkat ini jelas merupakan sebuah hasil menggembirakan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Moh. Jauhar Efendi, Selasa (7/7/2020) malam mengatakan bahwa Kaltim berada di atas seluruh provinsi di pulau Sulawesi, Maluku serta Kalimantan.

“Alhamdulillah Kaltim bisa mengalahkan seluruh provinsi di Sulawesi, Maluku, dan Kalimantan. Provinsi di Sumatera yang di atas Kaltim hanya Sumbar dan Babel. Bahkan, Provinsi Banten jauh di bawah Kaltim,” ujar Jauhar Efendi, dilansir dari Antara.

Jauhar Efendi pun mendoakan agar peringkat Kaltim pada tahun depan dapat menjadi lebih baik lagi. Untuk mewujudkan itu, dia mengharapkan agar Pemprov Kaltim dapat segera mewujudkan janji soal pemberian bantuan keuangan desa yang belum direalisasikan pada tahun ini.

Sebagai informasi, pada 6 Juli 2020, kegiatan pendataan dan input status desa di Kaltim tahun 2020 ini sudah tuntas pelaksanaannya.

Peningkatan IDM Kaltim

Menurut Jauhar, laju kenaikan status desa sesuai kategori mandiri dan maju cukup pesat pergerakannya jika dibandingkan dengan peringkat tahun 2019 lalu. Hal yang sama juga nampak dari penurunan status desa tertinggal dan sangat tertinggal yang juga cukup besar.

Sebagai gambaran, pada tahun 2019 terdapat 11 desa mandiri di Kaltim. Namun, tahun 2020 ini mengalami kenaikan menjadi 51 desa. Persentase kenaikannya sangat tinggi, yaitu sebesar 363,63 persen.

Desa maju tahun 2019 berjumlah 107 desa dan pada tahun 2020 menjadi 202 desa atau naik sebesar 88,79 persen. Begitu juga dengan status Desa berkembang pada 2019 sebanyak 415 desa, kemudian pada 2020 naik menjadi 456 desa, atau naik sebesar 9,88 persen.

Sedangkan desa tertinggal pada tahun 2019 sebanyak 285 desa di tahun 2020 sudah turun menjadi 129 desa atau mengalami penurunan sebesar 54,74 persen. Adapun desa sangat tertinggal pada 2029 sebanyak 23 desa dan pada tahun ini tinggal 4 desa. Jadi mengalami penurunan sebesar 82,61 pesen.

“Secara keseluruhan pada tahun 2019 lalu jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal sebanyak 308 desa (36,67 persen) dari 841 desa di Kaltim. Pada tahun ini tinggal 133 desa (15,80 persen),” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares