Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Terdampak Covid-19, Hetifah Dorong Kemenparekraf Berdayakan Pelaku Ekonomi Kreatif

3 min read
hetifah
HeloBorneo.com – Hetifah Sjaifudian. Anggota DPR RI dari dapil Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mendorong pemberdayaan para pelaku ekonomi kreatif. (Foto: antara/HO)

SAMARINDA | Untuk mengatasi dampak covid-19, Hetifah dorong Kemenparekraf berdayakan pelaku ekonomi kreatif.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Hetifah Sjaifudian. Anggota DPR RI dari dapil Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini meminta pemerintah dan pihak terkait memberdayakan para pelaku ekonomi kreatif. Mereka terdampak pandemi covid-19. Ada yang usahanya melemah, bahkan ada yang terhenti.

Politisi perempuan Partai Golkar ini mengatakan bahwa harus tetap ada solusi pemberdayaan bagi pelaku ekonomi kreatif. “Meski anggaran dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terjadi pemotongan, namun harus tetap ada solusi pemberdayaan bagi pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Antara, Minggu (10/5/2020).

Penuturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 

ekonomi kreatif
HeloBorneo.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama (Foto: wikimedia)

Sebelumnya, Menparekraf Wishnutama saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI pada Jumat (8/5/2020) lalu, menyampaikan bahwa anggaran di Kemenparekraf untuk tahun 2020 terjadi pengurangan. Besaran pengurangan itu sampai menyentuh angka Rp2,1 triliun sebagai imbas dari pengalihan untuk mengatasi pandemi.

Padahal, sebelum kemunculan pandemi, Kemenparekraf memiliki pagu anggaran sebesar Rp5,3 triliun. Namun, karena adanya realokasi anggaran untuk penanganan covid-19, maka sekarang anggaran tersebut turun menjadi Rp3,2 triliun.

Maklum

Dalam menanggapi pengurangan anggaran ini, Hetifah yang merupakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini saat dihubungi dari Samarinda, memakluminya. Menurutnya, karena kondisi pandemi seperti sekarang memang harus dilakukan penanganan secara cepat dan cermat.

Namun demikian, anggaran yang masih ada di Kemenprakraf sebagian dimintanya untuk diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, terutama para pelaku ekonomi kreatif yang kegiatannya terhenti.

Ketua Umum PP KPPG ini juga menekankan agar program bantuan dari Kemenparekraf dipastikan dapat tepat sasaran dan tepat waktu. Untuk mencapai hal itu, maka data yang sudah dimiliki harus dipastikan akurasinya.

“Bantuan dari Kemenparekraf harus tepat sasaran dan pada momentum yang tepat. Sebagai contoh, gerakan masker kain, apabila dilakukan sekarang dan ternyata dua bulan lagi COVID-19 sudah reda, berarti program ini tidak tepat waktu walau programnya bagus,” tuturnya.

Berikan Fasilitas Atau Dukungan

Ia juga mengatakan bahwa beberapa subsektor dapat diberikan fasilitasi atau diarahkan dalam bentuk dukungan. Contohnya dengan cara menjalin kerja sama dengan kementerian lain agar programnya berkelanjutan dan tidak ganda. Misalnya, lanjut politisi Partai Golkar ini, Kemendikbud dan TVRI saat ini membutuhkan banyak konten (acara) yang kreatif dalam pengembangan pendidikan, baik dalam bentuk iklan layanan masyarakat ataupun konten pendidikan formal.

“Dalam hal ini, Kemenparekraf dapat berkomunikasi lebih lanjut dengan kementerian terkait, tujuannya adalah agar para pelaku kreatif mendapatkan peluang untuk berkontribusi dalam program di kementerian/ lembaga lain,” ujarnya.

Hetifah Minta Kemenparekraf Pastikan Status Pekerja

Selain itu, Hetifah mendorong Kemenparekraf memastikan status pelaku ekonomi parekraf. Terutama bagi mereka sebelumnya telah didaftarkan pada program Kartu Prakerja. Menurutnya, harus dipantau terus kelanjutan status sebanyak 189.586 pelaku ekonomi parekraf yang telah didaftarkan oleh Kemenparekraf pada 11 April 2020. Sehingga ia berharap sebagian atau bahkan seluruhnya sudah mendapatkan bantuan dari Kartu Prakerja.

“Kami juga berharap mereka-mereka yang tidak memiliki informasi maupun akses secara daring. Dapat dijangkau oleh Dinas Parekraf di daerah-daerah di seluruh Indonesia, yakni untuk mendapat data by name by address,” demikian pungkas Hetifah. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: