27 January, 2023

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Ungkap Tambang Batu Bara Ilegal 20 Hektar, Polda Kaltim Tangkap 2 Tersangka

Keberadaan tambang batu bara ilegal di wilayah Provinsi Kalimantan Timur berhasil diungkapkan oleh pihak Polda Kaltim. Selain menyita lahan seluah puluhan hektar, dua tersangka juga berhasil diamankan.

_______________________________________

tambang batu bara ilegal
Keberadaan tambang batu bara ilegal di wilayah Provinsi Kalimantan Timur berhasil diungkapkan oleh pihak Polda Kaltim. Selain menyita lahan seluah puluhan hektar, dua tersangka juga berhasil diamankan. | HeloBorneo.com — Kegiatan pengungkapan kasus tambang batu bara ilegal. (Foto: Humas Polda Kaltim)

 

BALIKPAPAN | Tambang batu bara ilegal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat karena kegiatannya yang merusak lingkungan, termasuk infrastruktur jalan mendapat perhatian Polda Kaltim.

Baru-baru ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur berhasil mengungkap tambang batu bara ilegal seluas 20 hektar di Kelurahan Jonggon, Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kini Polisi tengah mencari pemilik tambang ilegal yang sudah diketahui identitasnya.

Dirkrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono, S.H, M.Si., mengungkapkan awal terbukanya kasus yang meresahkan masyarakat ini.

Tambang Batu Bara Ilegal Terungkap Lewat Laporan Hotline

Dia mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga lewat hotline yang dibagikan Polda Kaltim. “Ada laporan masuk lewat hotline Kapolda Kaltim, kemudian laporan itu diteruskan ke kami (Ditreskrimsus) untuk ditindaklanjuti,” jelasnya pada rilis pengungkapan kasus tambang ilegal, Senin (7/11/2022).

Di lokasi tambang batu bara ilegal itu, aparat berhasil mengamankan tumpukan batu bara sebanyak kurang lebih 1000 metrik ton. Selain itu terdapat tiga unit alat berat dan 12 orang yang sedang bekerja.

Dari 12 orang yang ada di lokasi tambang, ada yang berperan sebagai sopir dump trus hingga pengawas tambang ilegal. “Dari 12 orang tersebut, dua orang pengawas kami tetapkan sebagai tersangka mereka JC dan H. Sementara yang lain memang tidak tahu dan hanya disuruh bekerja saja,” ungkapnya dikutip dari portal7.co.id.

“Dari JC dan H kami sudah mengantongi nama pemodal tambang ilegal tersebut, ini masih kami dalami,” demikian penjelasan Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.  (*[HeloBorneo.com]



Bagi artikel ini