30 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Siap-Siap! 3 Ruas Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Diresmikan Sebelum Natal 2019

3 min read
Tol Balikpapan-Samarinda
HeloBorneo.com – Tol Balikpapan-Samarinda. (Foto: Dok Kementerian PUPR)

HeloBorneo.com – JAKARTA | Penantian masyarakat Kaltim dan khususnya seputar Samarinda dan Balikpapan untuk segera menjajal jalan Tol Balikpapan-Samarinda bakal segera berakhir. Pasalnya, sebagian jalan tol tersebut rencananya akan segera diresmikan pada akhir tahun ini.

Berdasarkan rilis tertulis yang diterima HeloBorneo.com pada Jumat (6/12/2019), ada tiga seksi jalan Tol Balikpapan-Samarinda, atau kerap sebut Tol Balsam yang telah selesai pengerjaannya dan siap dioperasikan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Presiden siap meresmikan tiga ruas pada Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) tersebut. Sebagai informasi, Tol Balsam ini memiliki panjang total 99,35 kilometer (km).

“Dari total lima seksi yang ada, yang siap diresmikan dalam sebelum Natal 2019 adalah seksi 2, 3, dan 4 sepanjang 66 km yang menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT-red),”  ujar Basuki.

Rencananya, waktu peresmian masih menyesuaikan dengan jadwal kerja Presiden Joko Widodo. “Untuk waktu peresmian diperkirakan pada minggu ke-2, tinggal menunggu jadwal Bapak Presiden (Jokowi),” lanjutnya.

Selain itu, dalam keterangannya Basuki mengatakan bahwa seksi 1 dan 5 masih dalam proses penyelesaian.
Dia menyampaikan, bahwa kedua seksi tersebut juga menjadi porsi untuk dikerjakan pemerintah saat ini. Namun, berhubung terdapat masalah teknis terkait pergerakan tanah, membuat pengerjaan di kedua seksi tersebut menjadi molor. Pasalnya, membutuhkan teknik konstruksi khusus guna penyelesaian di seksi 1 dan 5.

Seksi 5

Menurut Basuki, saat ini pengerjaan konstruksi pada seksi 5 saat ini sudah ada keputusan penanganannya. Namun masih menunggu  pendapat kedua (second opinion) untuk memastikan desain konstruksi di seksi itu.

“Minggu ini akan dibahas desain akhirnya dengan second opinion dari tenaga ahli kami untuk bisa dikerjakan tindak lanjutnya,” jelas Basuki.

Selanjutnya, bila desain disepakati nanti akan diserahkan ke BUJT, untuk selanjutnya diserahkan ke PT Wijaya Karya (PT Wika). Pasalnya, PT Wika adalah kontraktor yang bertanggung untuk pengerjaan penanganan pergerakan tanah di seksi tersebut. “Mudah-mudahan bisa diselesaikan sebelum Lebaran 2020,” demikian harap Basuki.

Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp 848,55 miliar atau sekitar 8,5 persen dari total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Seksi 1

Sementara itu untuk seksi 1, Menteri Basuki mengatakan bahwa desain penanganannya saat ini sudah diserahkan dari konsultan. Selanjutnya, ruas jalan yang mendapat dukungan APBD itu tinggal menunggu serah terima pekerjaan lapangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) ke BUJT dan kontraktor.

Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar, diantaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Menteri Basuki mengatakan bahwa Jalan Tol Balsam secara keseluruhan ditargetkan agar dapat beroperasi penuh sebelum Lebaran tahun 2020.

Tol Balikpapan-Samarinda, Pendukung Konektivitas ke Ibu Kota Negara yang Baru

Harapannya, jalan Tol Balsam dengan nilai investasi sebesar Rp 9,9 Triliun ini dapat mendukung konektivitas untuk pembangunan Ibu Kota Negara. Jalan Tol ini melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. Bila sudah operasional, Tol Balsan dapat memangkas waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari sekitar 3 jam menjadi 1 jam. Selain itu, akan memotong biaya logistik barang dan jasa di wilayah tersebut.

Proyek yang mulai dibangun sejak November 2016 ini terdiri dari 5 seksi. Kelimanya yaitu Seksi I ruas Balikpapan–Samboja (22,03 km), Seksi II ruas Samboja–Muara Jawa (30,98 km), Seksi III Muara Jawa–Palaran (17,50 km), serta Seksi IV Palaran–Samarinda (17,95 km), dan Seksi V ruas Balikpapan-Sepinggan (11,09 km).

Selain Jalan Tol Balsam, KemenPUPR juga telah merencanakan pembangunan Jalan Tol Balikpapan menuju kawasan IKN. Pembangunan jalan tol tersebut akan melalui opsi penugasan kepada PT Jasa Marga Samarinda-Balikpapan (PT JMSB) untuk mempercepat proses konstruksi. Sebagai informasi, PT JMSB saat ini juga menangani pembangunan Jalan Tol Balsam. (HB)

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *