24 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Sambut Ibu Kota Negara Baru, Generasi Muda Penajam Perlu Siapkan Ini

Perpindahan Ibu Kota Negara Baru di wilayah Kaltim perlu dipersiapkan sebaik-baiknya oleh masyarakat setempat, terutama para generasi muda di Penajam Paser Utara.

_____________________________________________

Ibu Kota Negara Baru, Penajam Paser Utara
Perpindahan Ibu Kota Negara Baru di wilayah Kaltim perlu dipersiapkan sebaik-baiknya oleh masyarakat setempat, terutama para generasi muda Penajam Paser Utara. | HeloBorneo.com — Ketua GPMB Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata (tiga dari kiri) foto bersama setelah melantik pengurus GPMB Kabupaten PPU, di Penajam. (ANTARA/Ist)

 

PENAJAM | Terkait persiapan pemindahan Ibu Kota Negara Baru ke wilayah Kaltim, tidak hanya memerlukan kesiapan infrastruktur, tapi juga kesiapan sumber daya manusia.

Terkait kesiapan sumber daya manusia itu, Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata menyarankan pemuda Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan keterampilan untuk menyongsong perpindahan Ibu Kota Negara Baru ke wilayah Kaltim itu.

Sebagaimana dilansir dari Antara, Syafruddin Pernyata pada Ahad (11/4/2021) mengungkapkan generasi muda harus menyiapkan SDM sebaik-baiknya.

“Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah ditetapkan sebagai calon IKN baru, maka semua warga di kabupaten ini, terutama para pemuda mulai sekarang harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan berbagai cara,” ujarnya di Samarinda.

Menyambut perpindahan Ibu Kota Negara Baru dengan berbagai cara

Cara meningkatkan SDM, katanya, bisa melalui pelatihan berbiaya maupun melatih diri secara mandiri, yakni melalui membaca buku, majalah, brosur, maupun berbagai media digital, bahkan melalui Youtube yang banyak menyajikan tutorial berbagai jenis keterampilan.

Membaca, lanjut dia, tidak sekadar membaca dan selesai, namun yang paling penting membaca tanda-tanda, memahami isi yang dibaca, kemudian mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Wawasan kita pasti bertambah dengan membaca berbagai bahan bacaan, baik buku konvensional maupun digital, sehingga dari wawasan yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan nyata, maka warga PPU akan memiliki daya saing,” katanya.

Saat melantik Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Muliadi sebagai Ketua GPMB Kabupaten PPU periode 2021-2024, Syafruddin mengatakan terbentuknya GPMB untuk meningkatkan budaya minat baca masyarakat.

Dia mengatakan buku sumber ilmu, namun jika tidak dibaca tentu tidak ada gunanya.

Dia mengharapkan keberadaan GPMB dapat membantu pemerintah dalam mengajak dan mengampanyekan minat baca masyarakat.

“Buku hanya alat, membaca adalah cara, sedangkan tujuan utamanya adalah berkarya sesuai dengan fungsi masing-masing individu, maka setelah membaca dan wawasan bertambah, maka hal terpenting adalah aksi nyata dari apa yang dibaca,” katanya.

Muliadi mengatakan membaca tidak sekadar untuk meningkatkan intelektual, namun juga meningkatkan kualitas emosional agar menjadi pribadi yang matang. Ia mengajak semua warga PPU mulai di desa/kelurahan hingga perkotaan untuk gemar membaca. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares