26 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Potensi Kaltim Dilirik Jepang

3 min read

Konsulat Jepang di Surabaya, Tani Masaki ketika berkunjung ke Samarinda, Kaltim, Senin (18/11/2019) untuk menjajaki potensi Provinsi tersebut. (Foto: ANTARA)
heloborneo.com | Konsulat Jepang di Surabaya, Tani Masaki ketika berkunjung ke Samarinda, Kaltim, Senin (18/11/2019) untuk menjajaki potensi Provinsi tersebut. (Foto: ANTARA)

 SAMARINDA | Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki potensi besar dimata asing. Hal tersebut tergambarkan ketika perwakilan Jepang melakukan kunjungan ke provinsi tersebut pada Senin, (19/11/2019), sebagaimana dilansir dari Antara.

Tani Masaki dari Konsulat Jepang di Surabaya melakukan kunjungan ke Provinsi Kaltim agar dapat melihat langsung potensi daerah ini. Sebagaimana diketahui, pamor Kaltim, terutama daerah Penajam Passer Utara dan Kutai Kartanegara semakin naik setelah sebagian wilayah di kedua daerah tersebut dipilih pemerintah menjadi ibu kota baru menggantikan Jakarta.

Perkembangan pemindahan ibu kota baru pun tak lepas dari pengamatan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.Jepang bergerak cepat untuk melihat secara langsung potensi provinsi yang akan menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru.

Diterima Pejabat Pemprov Kaltim

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi didampingi oleh pejabat-pejabat Pemprov terkait di Kaltim menyambut kedatangan Tani Masaki bersama stafnya di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, Samarinda.

Beberapa pejabat Pemprov Kaltim yang menghadiri pertemuan tersebut diantaranya adalah Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Kaltim, Riawati, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Sri Wahyuni, Kepala Biro Pemerintahan Perbatasan dan Otonomi Daerah Setprov Kaltim, Deni Sutrisno, Kepala Biro Ekonomi Setprov Kaltim, Nazrin, serta Kepala Biro Humas Setprov Kaltim, M Syafranuddin.

Dalam kesempatan tersebut, Tani Masaki mengungkapkan bahwa kunjungannya bersama tim ke Kaltim agar dapat melihat secara langsung potensi yang ada di provinsi berjuluk Benua Etam ini. Potensi tersebut lanjutnya agar dapat menjadi dasar kerjasama dengan negaranya.

Mencari Peluang Kerja Sama

Walaupun melihat potensi besar, Tani mengakui bahwa secara konkret belum dapat menentukan kerja sama pada sektor apa yang dapat membuahkan hasil menguntungkan bagi semua pihak.

“Sekarang masih mempertimbangkan kerja sama apa yang bisa dilakukan. Pemerintah Jepang tertarik ikut terlibat dalam pembangunan Kaltim karena sudah diumumkan terkait pemindahan IKN,” ungkap Tani Masaki kepada wartawan.

Secara prinsip Pemerintah Jepang akan siap bekerja sama pada semua bidang, mulai dari sektor infrastruktur, hingga pendidikan.

Lebih lanjut, Sani mengungkapkan bahwa kemungkinan membuka ruang kerja sama pada semua bidan itulah yang membuat kunjungannya bersama tim ke Kaltim ini, pihaknya berkunjung ke berbagai sektor. Seperti mengunjungi UniversitasMulawarman Samarinda sebagai representasi sektor pendidikan, Pemprov Kaltim mewakili sektor
pemerintah pusat di daerah, serta Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai lokasi pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Kaltim Terbuka Terhadap Investor

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam keterangannya kepada wartawan mengungkapkan bahwa pihak Pemprov terbuka terhadap semua investor yang ingin berinvestasi di provinsi tersebut. Termasuk Pemerintah Jepang jika ingin bekerja sama mendukung pembangunan di wilayah Ibu Kota Negara yang baru.

“Kita sudah lama bekerja sama dengan Jepang, di antaranya terkait pengelolaan Blok Mahakam, pendidikan, dan pengelolaan lingkungan. Diharapkan kerja sama terus dilanjutkan selama saling menguntungkan,” ujarnya.

Hadi juga mengungkapkan bahwa dari pengalaman kerja sama dengan pihak Jepang, dirinya belum menemukan catatan negatif dalam pelaksanaan kerja sama. Selain itu, HAdi juga mengatakan bahwa orang Jepang terkenal disiplin dalam pekerjaannya.

Potensi Kerja Sama Pengelolaan PLTN

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menawarkan kemungkinan kerja sama pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kaltim. Hal tersebut mengingat pengalaman pemerintah JEpang dalam pengembangan energi nuklir. Sebab lainnya karena potensi besar Kaltim untuk pengembangan PLTN, yang bahkan sempat membentuk tim untuk mengkaji hal tersebut.

“Siapa tahu pemerintah melalui Dewan Ekonomi Nasional mengubah sikap terkait nuklir. Yang intinya menetapkan nuklir dari hanya dijadikan alternatif terakhir, menjadi dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan IKN,” harapnya.

Tawaran itupun disambut positif Tani Masaki menyambut positif kemungkinan kerja sama pengembangan PLTN di Kaltim seperti yang ditawarkan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *