28 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pemprov Kaltim Siap Bangun Jalan Perbatasan Sepanjang 280 km

2 min read
Kaltim Siap Bangun Jalan Perbatasan
HeloBorneo.com – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. (Kompas.com/Zakarias Demon Daton)

SAMARINDA | Kaltim siap bangun jalan perbatasan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah merencanakan program pembangunan jalan perbatasan sepanjang 280 kilometer yang akan dimulai pada tahun 2020.

Dilansir dari Antara, Gubernur Kaltim Isran Noor menjelaskan, jalan perbatasan itu meliputi Desa Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun hingga Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

“Sudah tekad kami memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang merata. Termasuk infrastruktur jalan perbatasan,” katanya di Samarinda, Senin (10/2/2020).

Menurut Isran Noor, program pembangunan infrastruktur jalan sama halnya mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah. Keberadaan aksesibilitas jalan akan keterisolasian kawasan pedalaman dan perbatasan yang selama ini dialami Kaltim akan terbuka.

Perlancar Arus Komoditi

Aksesibilitas jalan memudahkan distribusi barang dan arus orang. Selain itu, menurut Isran, mampu memperlancar arus komoditi yang dimiliki di sentra-sentra pertanian termasuk komoditi lainnya. “Otomatis akan berimbas pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di pedalaman dan perbatasan,” ungkapnya.

Isran Noor mengakui Kaltim siap bangun jalan perbatasan. Menurutnya, pembangunan jalan perbatasan masuk dalam program proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Ditegaskan Isran bahwa Pemprov Kaltim berupaya menghindari mega proyek (proyek tahun jamak) dengan biaya APBD, tetapi diarahkan masuk dalam skema pembiayaan Proyek Strategis Nasional.

“Kita akan terus membangun dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti jalan, pelabuhan, bandara dan listrik. Tetapi semua bersumber dari APBN,” pungkasnya.

Membangun Indonesia

Sebagaimana diketahui, program pembangunan perbatasan adalah bagian dari Program Nawa Cita yang telah lama digaungkan oleh Presiden Joko Widodo. Program ini telah dicanangkan sebagai bagian dari program kampanyenya di Pilpres 2014 lalu. Di periodenya yang kedua ini, program Nawa Cita tetap dijalankan oleh pemerintah. Tekad pemerintah membangun perbatasan sesuai dengan keinginan Jokowi. Yaitu membangun Indonesia dimulai dari pinggiran. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares