28 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pemprov Kaltim Gelar Diskusi Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat

2 min read
HeloBorneo.com – Kepala DPMPD Kaltim Moh Jauhar Efendi (tengah) membuka FGD Program Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat, Rabu (26/2/2020). (Foto: ANTARA/Arumanto)

SAMARINDA | Diskusi pemberdayaan kelembagaan masyarakat menjadi acara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (26/2/2020).

Acara tersebut berupa kelompok diskusi terkait tema “Program Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya
Masyarakat”. Peserta yang mengikuti acara ini yaitu para pejabat yang instansinya melaksanakan tugas bidang
pemberdayaan di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Moh. Jauhar Efendi mengatakan kegiatan ini sebagai upaya menyusun kebijakan. “Kegiatan ini merupakan salah satu proses fasilitasi yang dilakukan Pemprov Kaltim. Dalam menyusun kebijakan tentang penataan, pemberdayaan, dan pendayagunaan Lembaga Kemasyarakatan Desa atau Kelurahan (LKD). Dan juga Lembaga Adat Desa atauKelurahan (LAD),” ujarnya saat membuka kegiatan itu di Samarinda. Dilansir dari Antara, Rabu (26/2/2020).

Harapan

Ia mengharapkan diskusi pemberdayaan kelembagaan masyarakat ini sebagai sarana komunikasi. Dan juga alih informasi tentang eksistensi dan perkembangan terkini mengenai LKD dan LAD.

Ia mengemukakan isu strategis terkait dengan melemahnya peran dan fungsi lembaga kemasyarakatan saat ini. Hal tersebut berakibat tersumbatnya saluran aspirasi masyarakat. Selain itu terjadinya konflik sosial budaya maupun memudarnya adat-istidat.

Ke depan, katanya, diperlukan program atau kegiatan yang mampu menguatkan kembali kemandirian masyarakat di desa dan kelurahan.

Jauhar Efendi mengharapkan kegiatan penataan dan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan dapat memulihkan sinergi hubungan pemerintahan desa atau kelurahan dan masyarakat. Terutama dalam pelayanan hal pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, maupun pemberdayaan masyarakat.

Komitmen

Oleh karena itu, katanya, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus memiliki komitmen lebih. Komitmen dalam penguatan kapasitas dan kemandirian desa melalui pemberdayaan lembaga kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah desa atau kelurahan. Terutama dalam tugas dan fungsi pemberdayaan masyarakat, membangun basis sosial ekonomi di tingkat lokal. Dan juga menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Berkembangnya partisipasi dan kegotong-royongan dalam pembangunan sangat ditentukan oleh fungsi dan peran kemitraan lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan,” katanya.

Dia mengajak peserta diskusi memahami dan mencermati kebijakan yang menjadi tugas pemerintah. Khususnya terkait dengan implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018 tentang LKD.

Kebijakan pemerintah dalam rangka pembinaan dan pengawasan LKD, katanya, diarahkan untuk pembinaan dan pengawasan secara umum. Terutama terhadap penataan, pembentukan, pemberdayaan, dan pendayagunaan LKD dan LAD sebagai mitra pemerintah desa/kelurahan.

Kedudukan Fungsi LKD dan LAD

Ia menyebut tentang pentingnya kedudukan dan fungsi LKD dan LAD sebagai mitra pemerintah desa atau kelurahan. Kedudukan tersebut dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, mendayagunakan peran dan fungsi lembaga itu dalam proses pembangunan.

Selain itu, katanya, pentingnya menyediakan dukungan pembiayaan fasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia LKD dan LAD serta kader pemberdayaan masyarakat. Peningkatan tersebut melalui APBD provinsi, kabupaten, dan kota. Juga untuk mendorong pemerintah desa atau kelurahan memanfaatkan APB Desa atau Kelurahan. Pemanfaatan ini untuk peningkatan kapasitas lembaga itu dan kader pemberdayaan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan ketulusan saudara untuk mengikuti FGD (Focus Group Discussion) ini akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan dan kualitas kelembagaan masyarakat desa dan kelurahan,” tandasnya. (*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares