25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Di Rumah Saja: Isran Noor Tetapkan Pembatasan Aktivitas di Kaltim, Tutup Fasilitas Publik 2 Hari

Isran Noor mengumumkan pembatasan aktivitas di Kaltim selama 2 hari. Fasilitas publik akan ditutup, warga diminta untuk tetap di rumah saja.


pembatasan aktivitas di kaltim, isran noor
HeloBorneo.com – Gubernur Kaltim Isran Noor mengumumkan pembatasan aktivitas di Kaltim selama 2 hari. (Foto: IG@pemprov_kaltim)

SAMARINDA | Gubernur Kaltim Isran Noor mengumumkan ketetapan Pemprov Kaltim membatasi aktivitas selama 2 hari. Fasilitas publik ditutup, warga diminta di rumah saja. Kebijakan untuk tidak melaksanakan aktivitas kegiatan di luar rumah selama dua hari akan segera dilaksanakan.

Isran Noor menerangkan bahwa pemberlakan kebijakan pembatasan aktivitas di Kaltim sangat diperlukan mengingat tingginya peningkatan kasus pandemi COVID-19 di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Usai memimpin Rakor Forkopimda se Kaltim, Dalam Rangka Percepatan Pananganan Covid-19 di Kaltim di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (4/2/2021), Isran Noor mengatakan bahwa Pemprov Kaltim mencari solusi untuk menghadapi kondisi pandemi COVID-19 di Kaltim.

“Kita tidak lagi berbicara data, tetapi mencari solusi dan strategi bagaimana menghadapi kondisi Kaltim yang kemarin (Rabu, 3 Februari 2021-red), memecahkan rekor tertinggi selama pandemi,” tegas Isran Noor.

Sebagai informasi, saat ini kasus terkonfirmasi positif di Kaltim bertambah 903, meninggal dunia 13 orang.

Pembatasan aktivitas di Kaltim mulai Sabtu ini

Isran Noor mengatakan bahwa pembatasan aktivitas di Kaltim akan dilaksanakan selama dua hari terhitung mulai Sabtu 6 Februari 2021 hingga Ahad 7 Februari 2021. Selama masa pembatasan aktivitas itu, warga diminta untuk tetap di rumah saja.

“Masyarakat kita harapkan tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Kemudian melaksanakan penyemprotan disinfektan di titik-titik kerumunan, seperti pasar-pasar, termasuk pendisiplinan protokol kesehatan di tingkat kabupaten sampai lingkup RT,” ujarnya.

Saling koordinasi mencegah penularan COVID-19

Isran Noor menegaskan bahwa semua pihak perlu saling berkoordinasi guna mencegah penularan COVID-19. Gubenur bertindak sebagai koordinator, sementara para bupati dan walikota selaku pemilik otoritas di wilayah kerjanya masing-masing turut bergerak dalam pencegahan penularan COVID-19 dengan dibantu anggota Polri/TNI.

Gubernur Kaltim mengatakan kesepakatan saling koordinasi itu sudah diungkapkan saat rapat. “Tadi saat Rakor, sudah disepakati, bupati/walikota siap melaksanakan kerjasama dan instruksi peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan dalam upaya menekan dan memutus mata rantai penularan Covid-19, di Kaltim,” jelasnya.

Dia berharap pemerintahan kabupaten dan kota segera melakukan pembentukan posko-posko yang menangani COVID-19 sampai ke desa-desa.

Antisipasi lonjakan pasien COVID-19

Isran Noor juga mengungkapkan bahwa pihaknya mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 di Kaltim. Langkah antisipasi lonjakan pasien COVID-19 akan dipersiapkan tempat-tempat isolasi. Diantaranya, menyiapkan Asrama Haji Batakan Balikpapan yang sudah ada sekitar 80 kamar dan akan direhab kembali untuk perluasan beberapa kamar, khususnya bagi pasien corona gejala ringan dan sedang.

“Perlu juga persiapan ruang ICU, juga tenaga spesialisnya di RSUD AWS Samarinda dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan membantu fasilitasnya dan peralatannya,” pungkasnya. (sumber: Humas) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares