Tue. Jul 14th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Lesu Selama Empat Tahun, Kaltim Bakal Genjot Produksi Kakao

2 min read
Kaltim bakal genjot produksi kakao
HeloBorneo.com – Ilustrasi petani dan tanaman Kakao. (Foto: Tempo/Kink Kusuma Rein)

BALIKPAPAN | Setelah mengalami masa lesu selama empat tahun, Kaltim bakal genjot produksi kakao. Demikian tekad Pemprov Kaltim membangkitkan kembali budidaya kakao yang sempat menjadi primadona di provinsi itu.

Sebagai informasi, empat tahun terakhir, mulai 2016 hingga 2019 terjadi penurunan produksi kakao sebesar 9,63 persen setiap tahunnya di Kalimantan Timur (Kaltim). Tercatat tahun 2015 produksi biji kering sebesar 3.948 ton. Namun, terus mengalami penurunan tiap tahunnya sehingga pada tahun 2019 produksinya menjadi 2.513 ton.

Penyebab Penurunan Produksi

Sebagaimana dilansir dari situs resmi Pemprov Kaltim, Ujang Rachmad, Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan alasan dibalik penurunan tersebut.

Ujang mengatakan bahwa meningkatnya jumlah tanaman tua tidak diimbangi dengan peremajaan. “Penurunan produksi kakao disebabkan meningkatnya luasan tanaman tua. Namun tidak diimbangi kegiatan peremajaan. Padahal, kakao menjadi salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan dan menjadi sumber pendapatan bagi petani di Kaltim,” ujarnya, Jumat (5/6/2020).

Kaltim Bakal Genjot Produksi Kakao

Dinas Perkebunan tidak tinggal diam saja, namun mencermati kondisi tersebut. Dinas Perkebunan Kaltim berupaya meningkatkan produksi kakao. Kaltim bakal genjot produksi kakao dengan mengalokasikan Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 sebesar Rp672 juta. Kegiatan tersebut untuk melakukan peremajaan kebun kakao  seluas 50 Ha di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“Kegiatan peremajaan kebun kakao tahun ini seluas 50 hektare berupa bantuan 50 ribu batang benih kakao, 5 ton pupuk NPK, dan 250 paket pestisida,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ujang Rachmad mengatakan bahwa peremajaan itu akan diserahkan kepada 30 petani kakao. “Rencananya akan diserahkan kepada 30 petani di kecamatan Busang, Kutai Timur,” lanjutnya.

Selain peremajaan, Dinas Perkebunan Kaltim juga mengupayakan hal lain demi mencapai optimalisasi agar produksi kakao bisa meningkat dan menyejahterakan para petani. Salah satunya yaitu dengan memberikan pembekalan kepada petani kakao. Pembekalan berupa cara-cara mengoptimalkan hasil kebun kakao, termasuk menghindari serangan hama atau tanaman pengganggu. Dengan begitu

Berbasis Data

Kegiatan peremajaan kebun kakao ini, menurut Ujang, akan terus digalakkan guna kembali meningkatkan produktivitas. Pasalnya, rata-rata kebun kokoa saat ini berisi tanaman berusia tua yang berakibat pada kurangnya produktivitas tanaman tersebut.

Agar tepat sasaran, lanjut Ujang, pihaknya akan melakukan porgram pembinaan berbasis data. “Upaya kami dengan mendata kebun yang sudah tidak produktif. Kemudian, dapat masuk dalam program pembinaan untuk peremajaan kebun dengan bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim ataupun dari Kementerian Pertanian,” demikian penjelasannya. (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: