1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim: Warga Dayak Dukung Ibu Kota Negara Baru

2 min read
warga dayak
HeloBorneo.com – Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (Kaltim) Zainal Arifin sebut warga Suku Dayak di Kalimantan sangat mendukung keberadaan IKN baru di Kaltim. (Foto: Sindonews/Tsabita)

SAMARINDA – Warga Dayak sangat bangga dan mendukung penuh keberadaan Ibu Kota Negara Baru di Kaltim. Demikian ungkap Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (Kaltim) Zainal Arifin, Minggu (2/2/2020).

Namun, kata Zainal, sebagai salah satu penduduk asli Pulau Kalimantan, masyarakat suku Dayak tidak ingin ditinggalkan. “Kami sangat bangga Ibu Kota Negara pindah ke Kaltim. Tapi Pemerintah Pusat tidak boleh melupakan kami,” ujar Zainal.

Zainal Arifin mengatakan masyarakat Dayak selalu mendukung program pemerintah. Ia meminta pemerintah pusat mengajak serta warga Dayak untuk turut serta terlibat dalam kegiatan membangun Ibu Kota Negara Baru itu. “Kita masyarakat Dayak sangat mendukung program pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Karena kita merupakan bagian dari pemerintah itu juga. Kita mau ikut terlibat dalam pembangunannya. Kami juga bagian dari NKRI,” lanjut Zainal.

Diminta tetap Perhatikan Masyarakat Lokal

Pemerintah pusat juga dihimbau agar tetap memperhatikan keberadaan masyarakat lokal. Terutama saat proses pembangunan IKN baru di Kaltim. Zainal Arifin mewanti-wanti agar jangan sampai jangan sampai penduduk asli tersisih akibat pembangunan itu.

Sosok yang juga anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur berharap pembangunan di Kaltim tidak berubah menjadi malapetaka bagi lingkungan dan masyarakatnya. “Kita mau buat agar kearifan lokal di Kaltim jangan sampai terabaikan. Apalagi tertinggal. Jadi dengan adanya IKN ini bukan menjadi malapetaka. Namun kami ikut berdaya bersama,” tegas Zainal.

Lebih lanjut, Zainal mengatakan dengan kehadiran IKN baru di Kaltim, warga Dayak bisa ditingkatkan kualitas hidupnya. Terlebih, kata Zainal, mengingat masih ada warga Dayak yang kesejahteraan maupun pengetahuannya masih dibawah rata-rata. Walau demikian, ia tidak ingin menonjol, karena menurutnya, semua suku di Indonesia setara dan sejajar kedudukannya.

“Kita tidak juga mau menonjol dibanding warga yang lain, tetapi kita bersama-sama dan setara. Keberadaan IKN ini sangat disyukuri oleh warga Dayak,” jelasnya lagi.

Setuju Konsep Forest City

Sebelumnya pemerintah telah mengungkapkan bahwa konsep pembangunan di IKN akan berbasis pada kota hutan, atau forest city. Menurut Zainal, dengan dilibatkannya warga Dayak dalam pembangunan di IKN, warga Dayak tidak akan tergerus dari tanahnya sendiri. Hutan adat dipastikan tetap terjaga, dan kearifan lokal juga kian terasa. Hal itu tentu sangat mendukung konsep forest city tersebut.

“Kami sangat setuju konsep forest city. ketika kami ikut terlibat, maka kami tetap bisa bertahan di tanah-tanah adat kami. Semua bisa bersinergi. Tentu saja pembangunan itu akan membutuhkan kajian-kajian keilmuan. Kami juga harus ada didalamnya,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  • 63
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    63
    Shares