25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Musibah Kapal Meledak di Samarinda, Polisi Sebut Ada 3 Korban Tewas

Musibah kapal meledak di Samarinda milik pengusaha yang juga politikus Partai Golkar Rudy Mas’ud menelan korban. Polisi mengatakan ada 3 korban tewas yang ditemukan oleh tim SAR.

_____________________________________________

kapal meledak di Samarinda
HeloBorneo.com — Sebuah kapal di sekitar galangan PT Barokah Perkasa, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur terbakar dan meledak pada Kamis (11/2/2021) sore. (Foto: ANTARA/ARUMANTO)

 

SAMARINDA | Polresta Samarinda, Kalimantan Timur menyatakan ada tiga korban meninggal dunia dan satu orang luka ringan dalam musibah kapal meledak di Samarinda. Kapal tanker milik Rudy Mas’ud itu meledak di galangan PT Barokah Perkasa, Pulau Atas, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (11/2/2021) lalu.

Kasubag Humas Polresta Samarinda AKP Annisa Prastiwi mengungkapkan bahwa ada korban meninggal dunia sebanyak tiga orang. Ketiganya yaitu yakni Suwardi (37), Gunawi (52) dan Tumiran Murcholis (58).

Sebagaimana dilansir dari Antar, Minggu (15/2/2021), AKP Annisa Prastiwi mengatakan ketiga jasab korban berhasil ditemukan oleh tim SAR.

“Ketiga jasad korban sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan di perairan Sungai Mahakam dan korban terakhir ditemukan, yakni Tumiran pada Minggu siang di perairan Sungai Tembolo Tambora, Desa Muara Pantauan, Kukar (Kutai Kartanegara-Red),” jelas Kasubag Humas Polresta Samarinda itu.

_____________________________________________

Berita terkait: Kapal Milik Rudy Mas’ud Terbakar di Samarinda

_____________________________________________

Kronologis kapal meledak di Samarinda, sebelumnya sempat terbakar 

Terkait kronologis musibah kapal meledak di Samarinda yang memilukan itu, AKP Annisa Prastiwi mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 11 Februari 2021. Sekitar pukul 14.30 Wita satu unit kapal tongkang di galangan PT. Barokah Perkasa, Pulau Atas, Sambutan, Samarinda terbakar dan meledak.

Adapun tongkang yang terbakar tersebut adalah tongkang Oil Bas GPE (Gemilang Perkasa Energi) milik PT. Barokah Perkasa Samarinda.

Ia menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, yakni Prasetya Abdillah saat itu tongkang dalam posisi stand by setelah naik dok. Diinformasikan bahwa posisi Prasetya berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian.

“Tidak lama kemudian terdengar ledakan dari kapal OB Gemilang Perkasa Energy, saksi langsung menyalakan hydrant dan saat proses pemadaman terjadi ledakan sebanyak enam kali. Saat kejadian terdapat dua orang kru kapal yang berada di kapal,” beber Anisa mengutip keterangan saksi.

Saksi lainnya, Aris menjelaskan pada saat kejadian saksi berada sekitar 200 meter dari TKP, pukul 14.45 mendengar ledakan dari kapal OB GPE dan di dalam kapal saat kejadian mengetahui ada dua orang kru kapal, yakni Ilyas dan Ilham.

“Saat terjadi ledakan Ilham turun ke darat membeli rokok, sedangkan Ilyas melompat ke sungai dan menyelamatkan diri. Saat proses pemadaman terjadi ledakan sebanyak enam kali,” katanya.

Sedangkan Elias, menjelaskan pada saat kejadian ia bersama tiga orang temannya di dalam kapal, pada saat terjadi ledakan pertama ke tiga temannya menyelamatkan diri dengan melompat ke air.

“Berkat kesigapan karyawan, warga dibantu oleh 7 unit Tanki Fire Truck Gabungan Disdamkar dan PMK Swasta satu regu personil Polsek Samarinda Kota, pada saat kejadian Api dapat di padamkan sekitar pukul 16.30 Wita, situasi aman dan kondusif,” bebernya.

Dari kejadian tersebut diketahui ada tiga orang korban meninggal dunia dan satu luka ringan di kaki dan untuk kerugian material untuk sementara belum bisa ditaksir.

Masih dalam proses penyelidikan

Ia mengatakan saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan Sat Reskrim Polresta Samarinda, Kaltim. Annisa menegaskan apabila ada unsur kelalaian maka akan dilakukan penegakan hukum.

Sebelumnya,,perwakilan perusahaan PT Barokah Perkasa yang dimiliki oleh Rudy Mas’ud itu membantah bahwa ada pekerjanya yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Pernyataan Pihak PT Barokah Perkasa

Khairuddin selaku Corporate management PT Barokah Perkasa, mengatakan belum ada laporan korban jiwa khususnya dari karyawan perusahaan tersebut setelah musibah kapal meledak di Samarinda itu terjadi.

Terkait adanya penemuan mayat yang terapung di Sungai Mahakam oleh tim SAR, Khairuddin mengatakan bahwa sebelum kejadian kapal terbakar memang sudah ada laporan warga yang hilang di perairan Sungai Mahakam di dekat lokasi kejadian kapal terbakar.

“Makanya kami belum bisa memastikan apakah korban yang tenggelam itu korban dari kapal kami yang terbakar atau kejadian yang laiin, kami menyerahkan sepenuhnya investivigasi peristiwa ini kepada aparat kepolisian,” tukasnya. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share