1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Isran Noor Siap Hentikan Pembangunan Ibu Kota Negara jika Rusak Hutan Kaltim

2 min read
pembangunan Ibu Kota Negara
HeloBorneo.com – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. (Foto: kompas.com/Zakarias Demon Daton)

SAMARINDA | Gubernur Isran Noor mengatakan dirinya siap menghentikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) jika merusak hutan Kaltim. Gubernur Kaltim ini bahkan mengatakan bahwa dirinya siap turun tangan langsung bila memang terbukti hutan jadi rusak akibat pembangunan IKN baru di Samboja itu.

Isran Noor menyampaikan komitmen untuk menjaga kelestarian hutan itu pada saat pertemuan bersama Climate and Land Use Alliance (CLUA). Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda. “Saya akan hentikan sendiri kalau merusak hutan,” ungkap Isran, sebagaimana dilansir dari Kompas, Senin (3/2/2020).

Aliansi Iklim dan Penggunaan Lahan

Sementara, pertemuan yang berlangsung antara Gubernur Kaltim dengan Climate and Land Use Alliance (CLUA) atau Aliansi Iklim dan Penggunaan Tanah membahas tentang komitmen menjaga kelestarian hutan.

CLUA adalah inisiatif kolaboratif dari ClimateWorks Foundation, David and Lucile Packard Foundation, Ford Foundation, dan Gordon and Betty Moore Foundation.

Keempat yayasan itu membentuk aliansi yang memberikan dana hibah bagi kelestarian lingkungan. Aliansi ini melibatkan para pemangku kepentingan utama, pembuat kebijakan, dan pakar untuk mengeksplorasi dan mengembangkan solusi bagi kelestarian alam. Solusi itu yaitu untuk merealisasikan potensi hutan dan pertanian untuk mengurangi perubahan iklim. Selain itu untuk memberi manfaat bagi masyarakat, dan melindungi lingkungan.

Selama ini, CLUA telah mendukung kerja CIFOR tentang REDD + dan peraturan lokal untuk kelapa sawit berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Keberadaan Lingkungan Penting Bagi Kaltim

Isran menegaskan, menjaga lingkungan adalah hal penting untuk keberlangsungan ruang hidup masyarakat Kaltim. Sehingga wajib hukumnya untuk dijaga. Selain itu, dalam beberapa kesempatan Kaltim telah berkomitmen menjaga lingkungan dalam deklarasi internasional.

Kekhawatiran akan kerusakan lingkungan terkait pembangun IKN baru di Kaltim memang telah disuarakan oleh beberapa pihak.

Sebelumnya, pihak Walhi pun mengatakan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim akan membawa beban bagi lingkungan. Menurut Walhi, pemindahan ibu kota ke Penajaman Paser Utara, Kalimantan Timur, tetap akan diikuti dengan beban ekologis Jakarta dan Pulau Jawa.

Beban lingkungan akibat Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), berupa eksploitasi lingkungan akibat industri ekstraktif akan membawa dampak buruk bagi alam di Kaltim. (*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •