27 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Isran Noor Setujui Investasi Naga Group di Kaltim

3 min read
Gubernur Kaltim H Isran Noor mendapat penjelasan Presiden Direktur PT Nagabhuana Aneka Piranti tentang pengolahan dan pasar furnitur ke Eropa, Amereka, Timur Tengah dan Asia. Gubernur tampak serius mencermati produk barecore Nagabhuana. (Foto: HUMASPROV KALTIM/SAMSUL ARIFIN)

SUKOHARJO | Setelah melihat secara langsung aktivitas PT Nagabhuana Aneka Piranti (Naga Group), Gubernur Kaltim H Isran Noor menegaskan dukungannya terhadap rencana investasi perusahaan pengolah kayu terpadu (integrated wood working industry) yang berpusat di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah itu.

“Kami sangat memberikan dukungan dan menerima dengan penuh kebahagiaan, kalau ada investor yang mau tergerak untuk berinvestasi ke Kalimantan Timur. Termasuk di subsector kehutanan ini,” tegas Gubernur Isran Noor di sela kunjungannya ke Nagabhuana, Kamis (1/10).

Kedatangan Gubernur Isran Noor ke Sukoharjo menindaklanjuti kunjungan Presiden Direktur PT Nagabhuana Aneka Piranti, Gunawan Wijaya, 10 September lalu.

Saat itu, pihak Nagabhuana mengutarakan minat besar mereka untuk membangun industri perkayuan di Kalimantan Timur dengan produk berupa plywood dan barecore.

Selain itu, Naga Group juga akan membawa industri mebel mereka ke Kalimantan Timur, sekaligus memaksimalkan peluang tingginya permintaan furnitur dari Amerika, Eropa, Timur Tengah, termasuk dari sejumlah negara di Asia sendiri. Berbagai potensi kehutanan akan dikembangkan hingga mampu menjadi produk berkualitas dan bernilai tambah, serta bisa diterima di pasar ekspor dunia.

Naga Group juga berniat mendorong kreativitas daerah untuk menangkap peluang masa depan dari potensi yang sesungguhnya dimiliki oleh Kalimantan Timur. Salah satunya adalah penetapan Kalimantan Timur sebagai calon ibu kota negara (IKN) menggantikan Jakarta.

Sebagai informasi, saat ini Nagabhuana memiliki 6 unit usaha. Lima Naga berada di Jawa Tengah, dan satu Naga berada di Pulang Pisang, Kalimantan Tengah. Jika sukses membangun Naga 7 di Kalimantan Timur, manajemen perusahaan yang saat ini sudah mempekerjakan ribuan tenaga kerja itu berencana untuk berpartisipasi mengisi kebutuhan furnitur IKN.

Mereka juga bermaksud mengubah paradigma bahwa furnitur berkualitas hanya berasal dari Jawa, dan hanya berbahan kayu jati. Padahal Kalimantan Timur memiliki potensi yang juga sangat bisa diandalkan salah satunya kayu ulin.

Gubernur ingin memastikan dan melihat langsung keseriusan Naga Group melanjutkan rencana investasi mereka ke Kaltim untuk membangun industri pengolahan kayu yang kuat dan mengembangkan hutan tanaman industri, bersinergi dengan PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang selama ini masih membeli selulosa (bahan serat kain rayon) dari Brasil dan beberapa negara lain di dunia. Padahal Kaltim bisa mengolah itu dan mengurangi impor bahan baku rayon yang pasti juga menguras devisa lumayan besar.

Sebab itu kata Isran, sangat tepat bila Nagabhuana berencana menggelontorkan investasi mereka ke Kaltim. Pasalnya, sudah sejak dulu Kalimantan Timur dikenal sebagai provinsi yang kaya dengan hasil hutan dan telah memberikan kontribusi sangat besar bagi penerimaan devisa negara dari hasil hutan dan kayu.

“Setuju sekali. Kita punya ulin yang kualitasnya juga luar biasa. Semakin kena air, semakin kuat dia. Nagabhuana bisa tanam sengon, pinus dan keluarganya juga di Kaltim untuk selulosa,” sebut Isran.

Gubernur juga mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan rencana investasi Naga Group ini untuk memberikan layanan birokrasi yang tidak ruwet, namun tetap sesuai koridor ketentuan yang berlaku. Termasuk membantu penyelesaian berbagai permasalahan yang masih dihadapi Nagabhuana di lapangan.

Selama kunjungan, Gubernur Isran Noor mendapat banyak penjelasan dari Presiden Direktur PT Nagabhuana Aneka Piranti, Gunawan Wijaya dan Presiden Komisaris, Pramono.

Sementara dari Pemprov Kaltim tampak Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan H Abu Helmi, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM HM Yadi Robyan Noor, Kepala Dinas Kehutanan H Amrullah dan Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Hj Lisa Hasliana. (sumber: Tribun) (*)[HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares