16 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Isran Noor Instruksikan Pengetatan PPKM di Kaltim

Pengetatan PPKM di Kaltim, atau ada juga yang menyebutnya PPKM diperketat, diinstruksikan pelaksanaannya oleh Gubernur Isran Noor demi menekan penyebaran COVID-19 di provinsi itu.

_____________________________________________

Pengetatan PPKM di Kaltim, PPKM diperketat, Isran Noor, gubernur kaltim, kaltim
Pengetatan PPKM di Kaltim, atau ada juga yang menyebutnya PPKM diperketat, diinstruksikan pelaksanaannya oleh Gubernur Isran Noor demi menekan penyebaran COVID-19 di provinsi itu. | HeloBorneo.com — Gubernur Kaltim Isran Noor. (Foto: ANTARA/Arumanto)

 

SAMARINDA | Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor memberi instruksi pemberlakuan pengetatan PPKM, atau pembatasan kegiatan masyarakat di provinsi yang dipimpinnya itu.

Upaya pengetatan PPKM di Kaltim itu menyusul adanya lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan dalam sepekan terakhir.

Isran Noor di Samarinda, Minggu (5/7/2021) mengatakan sebenarnya Kaltim bukan termasuk provinsi yang mendapat Instruksi Presiden untuk melaksanakan PPKM darurat, namun pihaknya tetap mengambil inisiatif untuk melakukan pengetatan PPKM.

Sebagaimana dilansir dari Antara, Isran Noor mengatakan bahwa kurang lebih PPK diperketat itu sama dengan PPKM darurat. “PPKM diperketat ini kurang lebihnya sama dengan PPKM darurat. Hanya soal nama,” tegasnya.

Telah terbitkan instruksi perihal pengetatan PPKM di KaltimĀ 

Ia mengatakan pihaknya telah menerbitkan Instruksi Gubernur nomor 14 tahun 2021 tentang PPKM Mikro Diperketat sejak Jumat, 2 Juli 2021.

Selama pelaksanaan pengetatan PPKM ini, pihaknya akan memperkuat penyekatan di titik-titik perbatasan di antara kabupaten dan kota yang ada di wilayah Kaltim.

Selain itu, Pemerintah melalui Satgas Penanganan COVID-19 dengan dukungan TNI dan Polri akan semakin ketat melakukan penertiban kegiatan yang memungkinkan terjadinya kerumunan masyarakat. Contohnya seperti kafe, restoran, tempat acara pernikahan dan lainnya.

Sebenarnya PPKM mikro sebelum lebaran cukup efektif, tapi…

Sebenarnya, lanjut Isran Noor, penerapan PPKM mikro sebelum mudik lebaran sudah sangat efektif, karena berhasil menekan angka positif COVID-19 di Kaltim hingga tersisa 1.000 pasien yang menjalani perawatan.


Pengetatan PPKM di Kaltim, PPKM diperketat, Isran Noor, gubernur kaltim, kaltim
HeloBorneo.com — Ilustrasi. (Tim Pewarta)

 

Namun setelah mudik, angka positif kembali melonjak dan saat ini per 4 Juli 2021 telah menembus 5.668 orang yang positif dan menjalani perawatan.

Kenaikan drastis ini diyakini lebih disebabkan oleh faktor masuknya orang ke Kaltim yang sulit diprediksi karena tingginya daya tarik Kaltim untuk bekerja dan berinvestasi.

Gubernur mengambil contoh Kota Balikpapan. Menurutnya, Pemkot Balikpapan dengan dukungan TNI dan Polri serta para relawan sudah bekerja keras untuk menahan laju penularan virus corona.

Namun faktanya, lonjakan kasus positif juga masih terjadi di Balikpapan dan saat ini Kota Balikpapan menduduki rangking pertama kasus COVID-19 di Kaltim dengan jumlah pasien yang dirawat sebanyak 2.160 berdasarkan data per 4 Juli 2021.

Sejalan dengan pelaksanaan PPKM darurat di Jawa-Bali

Instruksi pelaksanaan pengetatan PPKM di Kaltim ini juga sejalan dengan momentum pelaksanaan PPKM darurat yang berlangsung di pulau Jawa dan Bali.


Pengetatan PPKM di Kaltim, PPKM diperketat, Isran Noor, gubernur kaltim, kaltim
HeloBorneo.com — Presiden Joko Widodo(Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

 

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dan berlaku mulai 3-20 Juli 2021.

PPKM Darurat ini meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat dibandingkan dengan yang selama ini sudah berlaku.

Kebijakan pemberlakukan PPKM darurat ini akan berlangsung selama dua pekan dan menyasar kabupaten/kota di Jawa dan Bali tersebut dilakukan sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19, yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

(*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 18
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    18
    Shares