Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Pasca Kasus Bunuh Diri, Hetifah Minta Perguruan Tinggi Peduli Mahasiswa Stres

2 min read
Hetifah Minta Perguruan Tinggi Peduli Mahasiswa Stres
HeloBorneo.com – Anggota DPR RI Dapil Provinsi Kaltim Hetifah Sjaifudian. (Dok.Antaranews Kaltim)

JAKARTA | Hetifah minta Perguruan Tinggi peduli mahasiswa stres menyusul kematian mahasiswa akibat tindakan bunuh diri yang dilakukan di salah satu kota besar di Provinsi Kaltim.

Perguruan tinggi di Indonesia disarankan menyediakan layanan konsultasi guna menghindari mahasiswa stres atau  dalam kondisi tertekan yang berujung tindakan bunuh diri seperti kasus di Samarinda pada Sabtu (11/7) lalu. Tindakan nekat mahasiswa itu akibat skripsi terus ditolak pembimbing hingga tidak lulus-lulus hingga tujuh tahun.

Melalui rilis, Selasa (14/7/2020), Hetifah mengungkapkan dirinya sangat terkejut dan sedih mendengar kasus tersebut. Dirinya pun meminta untuk lebih memperhatikan satu dengan lainnya. “Turut berduka cita untuk keluarga almarhum. Di era pandemi ini, kita harus lebih sering memperhatikan satu sama lain,” ujar anggota DPR RI dari Dapil Provinsi Kaltim ini.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini mengatakan, bahwa di masa pandemi seperti ini sangat rentan stres akibat masalah ekonomi, kesehatan, dan yang lainnya. Masalah-masalah itu juga kian diperparah akibat interaksi sosial yang berkurang karena pandemi covid-19.

Untuk itu, politisi perempuan ini menyatakan bahwa sebaiknya sesama teman, anggota keluarga, bahkan hingga antardosen dan mahasiswa saling menjaga dan mengecek keadaan satu sama lain. Tindakan saling menjaga ini untuk memastikan kondisi kesahatan fisik maupun psikis selalu terjaga dalam kondisi baik.

Pihak kampus diharapkan selalu memonitor keadaan mahasiswanya, apalagi yang tinggal jauh dari keluarga, seperti kasus mahasiswa bunuh di Samarinda yang jauh dari keluarga karena berasal dari daerah lain, yakni dari Kabupaten Penajam Paser Utara.

Hetifah Minta Perguruan Tinggi Peduli Mahasiswa Stres, Ini Caranya

Legislator itu memohon kepada pihak kampus untuk tidak menambahkan beban akademik lain yang terlalu berat, sebaiknya ada kelonggaran yang diberikan di masa pandemi seperti ini, kemudian jika ada yang kuliah sampai lebih dari lima tahun namun belum lulus, sebaiknya diberikan pendampingan khusus.

Hetifah minta Perguruan Tinggi peduli mahasiswa stres dengan cara memberikan layanan konsultasi psikologi bagi para mahasiswanya.

“Saya mendorong semua perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan layanan konsultasi psikologi gratis bagi mahasiswanya untuk menghindari kasus bunuh diri ini tidak terulang,” demikian permintaan legislator Golkar yang menjabat Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini.

Menurut Hetifah Sjaifudian, kondisi kesehatan mental sangat menjadi perhatian di negara-negara maju. Wujud perhatian itu dengan banyak kampus menyediakan jasa konsultasi gratis dengan psikolog untuk para mahasiswa. Bahkan, para mahasiswanya pun didorong untuk ikut aktif memanfaatkan fasilitas ini sejak awal masuk kuliah.

Kondisi yang berbeda terjadi di Indonesia. Menurutnya, konsultasi psikologi bagi mahasiswa di Indonesia belum menjadi hal yang lazim. Padahal sudah ada undang-undang mengenai kesehatan jiwa, sehingga ia berharap penyediaan jasa konsultasi ini mulai menjadi perhatian di semua perguruan tinggi. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares