28 January, 2023

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Gubernur Isran Noor Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting di Kaltim

Upaya cegah stunting di Kaltim terus dilakukan. Gubernur Isran Noor pun berupaya untuk terus mendorong dan memperkuat hal tersebut.

_______________________________________

cegah stunting di kaltim
Upaya cegah stunting di Kaltim terus dilakukan. Gubernur Isran Noor pun berupaya untuk terus mendorong dan memperkuat hal tersebut. | HeloBorneo.com — Gubernur Isran Noor pada Gala Dinner Peningkatan Komitmen Perusahaan Filantropi dalam Percepatan  Penurunan Stunting  (Bapak Asuh Anak Stunting) di Hotel Novotel Balikpapan,  Senin malam (28/11/2022). (Foto Ahmad Riyandi / Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kalimantan Timur)

 

BALIKPAPAN | Meskipun sudah mulai turun 5,29 persen dalam dua tahun terakhir ini, Pemprov Kaltim terus berupaya agar prevalensi stunting pada tahun 2024 turun lagi hingga mencapai target 12,83 persen.

Untuk itu Gubernur Kaltim H Isran Noor memberi apresiasi kepada 35 pimpinan perusahaan yang hadir pada Gala Dinner Peningkatan Komitmen Perusahaan Filantropi dalam Percepatan  Penurunan Stunting  (Bapak Asuh Anak Stunting) di Hotel Novotel Balikpapan,  Senin malam (28/11/2022).

“Mari kita bantu, semoga menjadi berkah dan pahala yang bisa membawa kita ke surga,” kata Gubernur Isran Noor  meyakinkan.

Bersama para Bapak Asuh Anak Stunting, Gubernur Isran kemudian menandatangani komitmen bersama. Termasuk Wakil Gubernur H Hadi Mulyadi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim, juga Danrem 091/Aji Suryanatakesuma, Brigjen TNI Dendi Suryadi.

Selain itu, turut hadir jajaran BKKBN dan Badan Amil Zakat  Nasional (Baznas) yang ketika itu memberikan bantuan Rp540 juta.

Cegah Stunting di Kaltim Sejak Dini

Gubernur Isran  juga mengapresiasi Baznas dengan harapan akan ada para penyumbang kain yang peduli pada Anak Stunting.

Menurut Isran, kasus stunting menyebabkan pertumbuhan anak menjadi terhambat, bertubuh kecil dan tidak tinggi.

Karena itu Pemerintah berkomitmen untuk melakukan penurunan angka prevalensi  stunting mulai sejak dini ketika dalam kandungan sang ibu hingga anak berusia kurang dari 2 tahun. “Sebab itu, permasalahan anak stunting harus kita atasi bersama,” tegasnya. (*[HeloBorneo.com]



Bagi artikel ini