25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Grup Pertamina Sumbang Kasus COVID-19 Terbesar di Balikpapan, Rizal Effendi Kirim Pesan ke Ahok

grup pertamina sumbang kasus COVID-19 terbesar di balikpapan
HeloBorneo.com – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. (Dok. Humas Pemkot Balikpapan)

 

SAMARINDA | Grup Pertamina sumbang kasus COVID-19 terbesar di Balikpapan. Hal ini mendorong Wali Kota Balikpapan mengirimkan pesan ke Komisaris Utama Pertamina terkait permasalahan tersebut.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengirim pesan singkat melalui WhatsApp ke Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Rizal mengeluhkan sumbangsih negatif grup Pertamina sumbang kasus COVID-19 terbesar di Balikpapan.

Menurutnya, PT Pertamina grup yang beroperasi di Balikpapan sebagai penyumbang penularan Covid-19 terbesar di Kota Balikpapan, diatas 50 persen. Rizal mengatakan, dari 40 perusahaan migas yang operasi di Balikpapan, setengahnya dari grup Pertamina.

“Saya hubungi Pak Ahok lewat WA. Saya mohon bantuan untuk perketat pelaksaan protokol kesehatan di grup pertamina khusus di Balikpapan. Karena jadi penyumbang terbesar (COVID-19),” ungkap Rizal saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/1/2021).

Minta pengetatan akibat grup Pertamina sumbang kasus COVID-19 terbesar di Balikpapan

Selain meminta pengetatan protokol kesehatan, Rizal Effendi juga meminta dukungan kepada Rumah Sakit Pertamina yang jadi rujukan pasien Covid-19 dari 11 rumah sakit rujukan di Balikpapan diperkuat, baik itu tenaga medis dan tempat tidur.

“Sekarang ini RS Pertamina punya 81 tempat tidur di ruang isolasi. Ada sembilan tempat tidur di ICU. Semuanya sudah penuh. Jadi kami minta dukungan penambahan,” jelas Rizal.

Tak hanya itu, Rizal juga menuturkan RS Pertamina sejauh ini kewalahan karena harus melayani tes swab PCR permintaan seluruh grup Pertamina Balikpapan.

“Mereka mengeluh kewalahan, karena itu kami minta kalau karyawan tidak gejala cukup rapid tes antigen dulu karena RS kewalahan,” tegasnya.

Respons Ahok

Kiriman pesan singkat perihal grup Pertamina sumbang kasus COVID-19 terbesar di Balikpapan itu kemudian direspons Ahok. “Pak Ahok merespons. Pertamina langsung menghubungi Direktur Medika Grup RS Pertamina akan kirim alat ventilator ke RS Pertamina,” terang dia.

Setelah itu Rizal juga mengaku ditemui dua pimpinan PT Pertamina grup yakni PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan Direksi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (1/2/21). Dari dua pimpinan tersebut, kata Rizal, Pertamina akan mengubah skema langkah penanganan dan pencegahan.

“Misalnya mereka akan perhatikan sampai ke sub-kontraktor dan memberi sanksi. Karena sub-kontraktor ini yang salah satu penyumbang. Karena mereka ini salah satu kemampuan keuangannya terbatas, juga karyawan tinggal di perum di kampung-kampung. Jadi protokol kesehatan kurang bagus,” jelas dia.

Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada tes Covid-19, menyiapkan tambahan rumah karantina dan program donor plasma.

“Per 24 Januari PT Kilang Pertamina Balikpapan memiliki 60 kasus terkonfirmasi. Satu pekan terakhir turun jadi 37 kasus,” pungkas dia.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) Narendra Widjadjanto menerangkan pihaknya lebih memperketat protokol kesehatan dengan menerapkan work from home (WFH) 75 persen.

“Penggunaan GeNose tes bagi karyawan serta akan memberikan sanksi bagi kontraktor yang tidak menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” ungkapnya dikutip dari keterangan pers Humas Pemkot Balikpapan, Provinsi Kaltim. (sumber: Kompas) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 71
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    71
    Shares