Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Duh! Proyek Kilang Balikpapan Jadi Klaster Baru Covid-19

2 min read
klaster baru covid-19
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Proyek kilang minyak Balikpapan (net)

BALIKPAPAN | Proyek kilang Balikpapan jadi klaster baru covid-19. Akibatnya tidak main-main, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mempertimbangkan untuk memberhentikan proyek itu untuk sementara waktu guna memutuskan rantai penularan virus.

Padahal, sebelumnya Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi telah memperingatkan Pertamina untuk mematuhi protokol kesehatan selama mengerjakan proyek kilang Balikpapan.

Banyaknya kasus penyebaran covid-19 di antara para pekerja proyek memaksa Wali Kota Balikpapan mengeluarkan ancaman untuk menghentikan proyek pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan itu.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pun menuntut Pertamina mematuhi protokol kesehatan serta meminta transparansi informasi untuk dapat mengetahui apa yang terjadi.  “Di antara kluster migas, di sana paling banyak kasus. Kami ingin tahu apa yang terjadi,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya, akibat tingginya penularan virus corona di proyek itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan telah menyatakan terbentuknya klaster baru penularan covid-19 di proyek tersebut.

Ditengarai, penyebab tingginya angka penularan karena para pekerja yang telah mengikuti uji swab mengabaikan instruksi untuk melakukan isolasi mandiri. Sebaliknya, para pekerja kembali bekerja berbaur seperti biasa dengan pekerja lainnya.

Padahal, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan menegaskan bahwa isolasi mandiri adalah langkah wajib bagi seluruh pekerja yang telah mengikuti swab. Pelaksanaan isolasi mandiri itu dilakukan hingga hasil tes keluar.

Akibat pelanggaran isolasi mandiri itu, Wali Kota Balikpapan mengancam bakal menghentikan proyek kilang Balikpapan. Pemerintah Kota Balikpapan juga telah mengirimkan surat kepada Manajemen Proyek RDMP untuk menerapkan protokol kesehatan.

Rizal mengatakan pihaknya akan bertindak tegas demi mencegah penularan covid-19. “Kami akan tegas. Jika tidak dipatuhi, kami akan stop kegiatan. Kami minta sekali lagi agar mereka mematuhi,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty mengatakan terjadi transmisi lokal atau penularan antar sesama pekerja dalam sepekan terakhir.

Pihak Dinkes Kota Balikpapan menemukan para pekerja proyek kilang Balikpapam tertular Covid-19 di mess dan lokasi kerja RDMP Balikpapan. Pemerintah Kota Balikpapan sebelumnya telah mengidentifikasi klaster migas. Klaster tersebut berisi semua pekerja migas yang tertular COVID-19. Umumnya mereka tertular dari tempat asalnya di luar Balikpapan dan baru terdiagnosa setelah berada di kota minyak tersebut.

Akibat penetapan klaster baru itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan pun menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat bagi para pekerja migas. Pasalnya, banyak pekerja yang terdiagnosa positif virus corona sejak diterapkan fase normal baru pada Juni 2020.

Rizal pun meminta agar pekerja yang akan ke Balikpapan mengikut uji swab di daerahnya sebelum ke kota tersebut.  Permintaan Wali Kota itu menjadi salah satu kesepakatan dalam pertemuan Gugus Tugas dengan para manajemen perusahaan-perusahaan migas di Balikpapan yang digelar pada Senin 29 Juni 2020.

Diagnosa ditegakkan melalui uji swab yang wajib dilaksanakan oleh seluruh pekerja migas sebelum kembali ke tempat kerja. Selama masa menunggu hasil uji swab, Gugus Tugas sudah meminta para pekerja migas menjalani karantina, baik mandiri ataupun dengan fasilitas perusahaan. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares