27 November, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Duh! Angka Pasien COVID-19 di Kutim Capai 1300 Warga, Pemkab Berlakukan Pos Masuk Sangatta

2 min read
Rakor Forkopimda dipimpin Pjs Bupati Kutai Timur membahas upaya penekanan angka covid-19 di Kutai Timur. (Foto: Tribunkaltim.co/Margaret Sarita)

SANGATTA | Angka pasien terkonfirmasi Virus Corona ( covid-19 ) di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkat tajam.

Senin (2/11/2020), kasus covid-19 diperkirakan menyentuh angka 1.300 orang dengan persebaran terbesar berada di Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Sangatta Selatan, yang masuk dalam kategori zona merah.

Untuk itu, dalam rakor Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Timur, Pjs Bupati Dr M Jauhar Efendi meminta Forkopimda yang tergabung dalam Satgas covid-19 segera melakukan upaya dan tindakan.

“Tapi bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di Kaltim tidak ada pemberlakuan PSBB. Kemungkinan pengetatan warga yang hilir mudik dari dan keluar Kutai Timur dan imbauan pada seluruh perusahaan, yang beroperasi di wilayah Kutai Timur agar menyiapkan rumah karantina,” kata Jauhar Efendi.

Karena, lanjut Jauhar Effendi, untuk melakukan hal yang lebih spesifik dalam pencegahan dan penanggulangan covid -19 di Kutim, terutama pengadaan alat rapid test sudah tidak memungkinkan.

Kondisi keuangan sudah tidak memungkinkan.

“Aktifkan posko-posko pengamanan di pintu masuk Kutai Timur, seperti sebelumnya, nanti saya juga berupaya minta bantuan ke Provinsi Kaltim, seperti apa peluangnya,” ungkap Jauhar Effendi.

Sedangkan Kepala BPBD Kutim, Syafruddin MAP juga mengatakan, pihaknya segera mengaktifkan pos penjagaan dan pencatatan di Km 3 Jalan Poros Sangatta Bontang, Kecamatan Sangatta Selatan.

“Tapi berbeda dengan yang sebelumnya, di mana sebelumnya setelah dilakukan pemeriksaan dan pencatatan, para pelaku perjalanan, terutama asal zona merah, langsung diantar ke tempat karantina. Saat ini, setelah dicatat, hanya diimbau untuk karantina mandiri di rumahnya.

Nanti kami koordinasi dengan pihak RT untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar menjalankan karantina mandiri atau tidak,” ucap Syafruddin.

Selain itu, BPBD Kutim juga secara rutin terus melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik yang dianggap rawan. Dalam arti, sudah ada pasien covid-19 di lingkungan tersebut.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rumah karantina di Hotel Kutai Permai, kawasan Sangatta Lama.

Di tempat itu tersedia 40 kamar dan saat ini dihuni 26 pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan.

“Namun, kami tak ingin rumah karantina ini ditempati oleh bermacam-macam kluster. Karena Virus Corona sendiri ada berbagai jenis. Satu pasien positif corona, bisa saja terpapar oleh Virus Corona yang berbeda tipe dengan pasien lainnya. Nanti bisa saling menularkan.

Kami ada rumah karantina lain yang bisa diupayakan Pemkab Kutim untuk pasien terkonfirmasi covid -19,” kata Bahrani Hasanal.

Selain itu, soal pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak massa, menurut Bahrani, polisi sudah tidak mengeluarkan izin keramaian. Namun, izin itu dilimpahkan ke Dinas Kesehatan.

Sementara berkumpul dengan massa dalam jumlah besar, apalagi ribuan, tentu sangat rawan penyebaran Virus Corona.

“Kami juga tidak berani mengeluarkan izin untuk berkegiatan yang melibatkan orang banyak. Maksimal, berkumpul dalam satu ruangan, 50 orang. Itu pun tempat duduk berjarak lebih 1 meter. Kalau sudah ratusan, apalagi ribuan, sangat berbahaya,” ucap Bahrani Hasanal. (sumber: Tribun) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •