Thu. Aug 13th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Dilirik Investor Asing dan Terus Bertumbuh, Ekonomi Kaltim Cerah

3 min read
HeloBorneo.com – Ilustrasi: Angkutan batu bara di sungai Mahakam, Samarinda, Kaltim. (Foto: REUTERS/Beawiharta)

 SAMARINDA | Perkembangan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dapat dikatakan cukup cerah. Bahkan bila dibandingkan dengan provinsi lain, pertumbuhan ekonomi Kaltim dapat dikatakan jauh lebih baik prospeknya.

Berikut ini tiga hal yang membuat ekonomi Kaltim cukup cerah kedepannya.

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Melewati Pertumbuhan Nasional

Angka pertumbuhan ekonomi Kaltim melewati pertumbuhan nasional. Hal tersebut terkuak dalam pemaparan potensi investasi Provinsi Kaltim yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor pada ajang 2019 World Bank – Asia Competitiveness Institute Annual Conference bertajuk “Urbanization Drive and Quality Adjusted Labour Contibutions to GDP”.

Acara yang menempatkan Isran Noor sebagai narasumber itu digelar di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, Selasa (19/11), dua hari lalu.

Gubernur Kaltim Isran Noor menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulanan Provinsi Kaltim tahun 2019 melewati pertumbuhan nasional. Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada kuartal ketiga berhasil tumbuh sebesar 6,89 persen. Angka itu cukup baik, dan menempatkan pertumbuhan Kaltim di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di posisi 5,02 persen.

Walau bertumbuh, Isran Noor mengatakan pertumbuhan ekonomi Kaltim masih menghadapai beberapa tantangan yang tidak ringan. Tantangan ekonomi yang paling mendapat perhatian yaitu masih cukup besarnya ketergantungan struktur ekonomi Kaltim terhadap sumber daya tidak terbarukan seperti minyak, gas, dan batu bara, sebagaimana informasi yang didapatkan dari rilis Biro Humas Setprov Kaltim.

“Pertumbuhan ekonomi juga masih sangat dipengaruhi oleh harga komoditas batu bara, minyak, gas, dan CPO,” jelas Isran Noor.

Berkah Pemindahan Ibu Kota Negara ke Wilayah Kaltim

Jokowi mengumumkan pemindahan ibu kota
HelloBorneo.com – Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kaltim.  (Foto: Liputan6 com/Angga Yuniar)

Sebagaimana telah diketahui bersama, pemerintah telah memutuskan untuk memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kaltim. Tiga bulan lalu, tepatnya pada Senin 26 Agustus 2019, Presiden Jokowi mengumumkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai tempat baru Ibu Kota Negara. Pengumuman tersebut sekaligus menjadi jawaban pertanyaan dan teka-teki yang berkembang terkait keberadaan lokasi Ibu Kota baru Republik Indonesia. Pengumuman tersebut juga mundur dari sebelumnya yang direncanakan pada 16 Agustus 2019, atau sehari sebelum Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74.

“Pemerintah telah melakukan kajian-kajian negara lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Presiden Jokowi di Istana.

Pengumuman ini menjadi perhatian khalayak ramai, selain karena sudah ditunggu-tunggu, juga karena disiarkan secara langsung ke seluruh penjuru negeri oleh seluruh stasiun televisi nasional.

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ini jelas menjadi berkah tersendiri yang ditengarai akan mendongkrak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi provinsi berjuluk “Benua Etam” ini.

Dilirik Investor Asing

Hal ini terkait dengan keputusan pemerintah memindahkan IKN ke Kaltim. Setelah sebelumnya juga Kaltim telah dikenal investor memiliki potensi yang cukup besar, momentum pemindahan Ibu Kota Negara ke Kaltim membuat provinsi tersebut kian berkilau di mata investor, baik dalam maupun luar negeri.

Menko Kemaritiman mengungkap ketertarikan investor asing untuk menanamkan modalnya di Kaltim, ketika delegasi investor Jepang melakukan kunjungan ke kementeriannya di Jakarta, Selasa (19/11/2019) lalu sebagaimana dilansir dari kontan.

Delegasi Jepang yang berjumlah 30 investor ini dipimpin langsung oleh Yasuo Fukuda, Mantan Perdana Menteri Jepang. Hal ini jelas memperlihatkan keseriusan dan besarnya ketertarikan investor asal Jepang ini untuk turut mengembangkan potensi di Provinsi Kaltim, khususnya di wilayah IKN, yaitu sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Setidaknya, pihak Jepang melirik 3 proyek di Kaltim. Salah satunya yakni megaproyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

“Mantan Prime Minister Fukuda bawa tim 30 orang investor jepang, dia mau investasi di Indonesia. (Proyeknya) kereta api Jakarta-Surabaya, kemudian Patimban, dan mereka ingin terlibat (di proyek pembangunan) ibu kota baru,” ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Pengalaman Jepang dalam membangun smart city dan green city membuat mereka percaya diri melirik megaproyek pembangunan Ibu Kota Negara. Terlebih adanya keinginan Presiden Jokowi tentang Ibu Kota Baru nantinya yang lebih berwawasan masa depan (futuristik) dan kota ramah lingkungan (green city). (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *