1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bulog Jamin Pasokan Bahan Pokok di Balikpapan Aman Selama Ramadan

2 min read
Bulog jamin pasokan bahan pokok di Kota Balikpapan
HeloBorneo.com – Ilustrasi: pasar tradisional (net)

BALIKPAPAN | Bulog jamin pasokan bahan pokok di Kota Balikpapan aman selama Ramadan berlangsung, bahkan hingga lebaran. Jaminan ini menjadi angin segar di tengah pandemi covid-19.

Pasalnya, Pemkot Balikpapan sedang memantau kemungkinan lonjakan permintaan. Dikhawatirkan, kebutuhan pokok selama pandemi Covid-19 atau virus Corona di bulan Ramadan dan Lebaran meningkat. Terlebih, setelah pemerintah juga melarang mudik tahun ini.

Suharto Djabar mengatakan bahwa kebutuhan pangan khususnya beras, gula pasir, dan minyak goreng dipastikan aman. Dirinya meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian yang berlebihan.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalimantan Timur dan Utara itu mengatakan stok aman hingga 5 bulan ke depan. “Kita stok 4-5 bulan kedepan yang utama itu beras. Apalagi Balikpapan masuk zona merah karena mau tidak mau kesiapan pangan harus siap,” ujarnya, Jumat (24/4/2020).

Terus Bertambah

Dalam penjelasan lanjutannya, Suharto mengatakan persediaan beras yang ada saat ini sebanyak 5 ribu ton. Jumlah tersebut akan terus bertambah. Hal Itu disebabkan petani lokal juga akan melakukan panen bulan depan. Menghadapai panen itu, dia mengatakan Bulog siap menyerap semuanya.

Bulog jamin pasokan bahan pokok di Kota Balikpapan. Apabila stok berkurang, Suharto menyebutkan Bulog akan meminta dari daerah lain. Ia menyebutkan daerah seperti Jawa Timur dan Sulawesi. Persediaan beras dan kebutuhan pangan lainnya juga dipersiapkan antisipasi lonjakan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Sementara itu gula pasir juga telah tersedia 300-400 ton. Minyak goreng terdapat 5 ribu liter. Akan tetapi daging kerbau menipis. Pemasok utama, yaitu India sedang tidak beroperasi akibat karantina total, juga demi mencegah penyebaran covid-19.

Guna mengantisipasi kebutuhan tersebut, Bulog mencoba melakukan sustitusi dengan persediaan daging ayam. “Baru mau mencoba penjajakan pengadaan daging ayam. Kerja sama dengan lokal saja,” pungkasnya. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares