Sat. Jul 11th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bonifasisu Belawan Geh Salurkan BLT Warga Mahulu Terdampak Covid-19

2 min read
mahulu
HeloBorneo.com – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasisu Belawan Geh menyerahkan BLT-DD secara simbolis kepada salah seorang warga di kawasan hulu riam Sungai Mahakam yang juga beebatasan dengan Malaysii bagian timur (Foto: ist/antara)

UJOH BILANG | Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasisu Belawan Geh kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) secara simbolis, bagi warga tidak mampu di kawasan perbatasan negara yang terdampak Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Bantuan bagi warga terdampak COVID-19 ini harus dimanfaatkan hanya untuk kepentingan pokok dan mendasar, jangan gunakan untuk kebutuhan lain yang skunder, karena tujuan pemerintah membantu adalah agar warga bisa mencukupi kebutuhan pangan,” ujarnya di Ujoh Bilang, Minggu (7/6/2020).

Sebelumnya, BLT-DD juga sudah diserahkan secara simbolis oleh Bupati kepada warga kampung (desa) yang bermukim pada tiga kecamatan di kawasan tengah dan hilir, yakni Kecamatan Long Bagun, Laham, dan Kecamatan Long Hubung.

Dua kecamatan di kawasan perbatasan dengan Malaysia bagian timur juga sudah diserahkan beberapa hari lalu, yakni Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari.

Dua kecamatan ini berlokasi di hulu riam Sungai Mahakam, sehingga untuk menuju ke lokasi ini sangat sulit karena harus melintasi riam deras dan berbatu cadas.

Besaran BLT-DD per bulan sejumlah Rp600 ribu dan Rp300 ribu per kepala keluarga (KK) dengan masa penyaluran enam bulan, yakni setelah dilakukan penyaluran DD dari Rekening Kas Umun Negara (RKUN) ke Rekening Kas Desa (RKD).

Rincian nilainya adalah, tiga bulan pertama dengan nilai Rp600 ribu per bulan per KK (April-Juni), kemudian untuk bulan keempat, kelima dan keenam (Juli – September), masing-masing Rp300 ribu per KK per bulan.

Sasaran penerima BLT-DD adalah masyarakat tidak mampu yang kehilangan mata pencaharian, keluarga yang belum terdata (exclusion error) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan keluarga memiliki anggota yang rentan penyakit menahun kronis dan cacat permanen.

“Kepada warga yang berada di luar kriteria penerima BLT-DD, saya yakin dapat menerima keputusan ini, karena kebijakan ini diambil sebagai kebersamaan untuk membantu saudara kita yang sedang berada dalam kondisi keuangan yang sulit akibat pandemi COVID-19 ini,” ujarnya.

Bupati Mahulu menyerahkan BLT-DD secara simbolis kepada salah seorang warga di kawasan hulu riam Sungai Mahakam yang juga beebatasan dengan Malaysii bagian timur (ist)

Sementara itu, disampaikan Camat Long Apari Belareq Hujang saat mendampingi bupati dalam penyerahan BLT-DD, dijelaskan bahwa dari 10 kampung yang berada di wilayah kerjanya, baru ada 7 kampung yang siap dibagikan BLT-DD, sedangkan tiga kampung lainnya masih dalam proses.

“Sesuai dengan penetapan jumlah KK penerima manfaat BLT-DD, tujuh kampung itu adalah Kampung Tiong Ohang ada 86 KK, Long Kerioq 56 KK, Tiong Bu’u 107 KK, Long Penaneh I 60 KK, Long Penaneh II 21 KK, Long Penaneh III 25 KK, dan Kampung Noha Buan ada 120 KK,” ujarnya. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: