29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bongkar Jaringan King of the King, Polda Kaltim Usut 3 Wilayah Ini

2 min read
bongkar jaringan King of The King
HeloBorneo.com – Spanduk King of The King (Foto: ist/detik)

SAMARINDA | Upaya bongkar jaringan King of The King semakin intensif. Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkap jaringan penipuan yang telah menyebarkan keresahan di masyarakat ini.

Selain di Kaltim, pihak kepolisian juga telah melakukan penangkapan di Tangerang. Dilansir dari Antara, Sabtu (1/2/2020), Penyidik kepolisian telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus “King of The King” atau Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) di Tangerang, Banten. Sebagaimana diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya.

“Sekarang ini dua tersangka. Sementara kami lakukan pemeriksaan di Mapolres Kota Tangerang. Kita tunggu saja hasilnya seperti apa,” Jelas Yusri Yunus, Jumat (31/1/2020).

Tiga Wilayah di Kaltim

Di tempat terpisah, Polda Kaltim juga bergerak mengusut kasus ini. Berdasarkan laporan sementara yang telah masuk ke Polda Kaltim, jumlah anggota jaringan ini cukup banyak. Ditemukan di Sangatta, jumlah anggota jaringan “King Of The King” mencapai angka 93 orang.

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya mengatakan bahwa jaringan King of The King ini terdapat di 3 wilayah di Kaltim. Ketiga wilayah itu adalah Kutai Timur, Samarinda, dan Berau. Untuk saat ini, pihak Polda Kaltim baru mengantongi identitas jaringan di Kutai Timur. Sementara, identitas dari para anggota dan pimpinan jaringan di dua wilayah lainnya masih dalam tahap penelusuran dan investigasi.

Diduga Melakukan Penipuan

Kombes Pol Ade Yaya mengatakan pihaknya telah mengamankan dua orang dari jaringan yang telah membuat gaduh masyarakat tersebut. Menurutnya, oknum tersebut diduga telah melakukan penipuan, dengan modus menarik uang pendaftaran serta menjanjikan sejumlah uang. Iming-iming janji itu membuat para korban tertarik.

“Khusus di Sangatta, para korban ditipu dengan menarik uang pendaftaran,” jelas Ade, dilansir dari Republika, Jumat (31/1/2020). Berdasarkan pengungkapan kasus di Sangatta, sebagian besar masyarakat yang mendaftar jadi anggota terkesima dengan pelaku yang memamerkan kekayaan fiktif. Hal itu efektif mengelabui para korban untuk ikut serta dalam jaringan itu.

Saat ini, pihak kepolisian tengah mengembangkan penyidikan kasus penangkapan petinggi jaringan tersebut yang telah diamankan di Polres Kutai Timur. Hal ini sebagai upaya bongkar jaringan King of The King. Sebelumnya, Polresta Kutai Timur menetapkan dua tersangka pimpinan King of The King. Keduanya, Buntoha (45) sebagai Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) Kaltim dan Zakaria (54) sebagai Koordinator Kaltim.

Kedua tersangka ini ditengarai bagian dari pelaku keonaran masyarakat dalam penipuan berkedok jaringan “King Of The King”, dan tergabung dalam kelompok “Indonesia Mercusuar Dunia” (IMD). Menurut laporan masyarakat, kelompok tersebut sudah ada sejak 2017. Namun karena timbul kecurigaan di masyarakat, kelompok ini lantas berganti nama untuk menghilangkan jejaknya. (*) [HeloBorneo.com

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •