22 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Bendung Irigasi Telake di Kaltim Ditargetkan Kelar 2023

Bendung irigasi Telake
HeloBorneo.com – Desain Bendung irigasi Telake. (Kementerian PUPR)

PENAJAM | Pembangunan Bendung Irigasi Telake yang berada di wilayah Penajam Paser Utara dan Paser, Kalimantan Timur ditargetkan selesai pembangunannya pada tahun 2023. Dengan demikian, tahun 2024 bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah guna mendukung target swasembada beras.

“Target awal penuntasan bendung ini pada 2024, tapi karena untuk mendukung swasembada beras dalam rangka rencana pemindahan ibu kota negara, target dimajukan menjadi 2023,” ujar Asisten I Setprov Kaltim M Jauhar Efendi, sebagaimana dilansir dari Antara, Rabu (27/1/2021).

Persiapan pembangunan bendung irigasi Telake

Jauhar yang juga Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah untuk pembangunan jalan akses, bendung pelengkap, saluran primer, dan sekunder Bendung Irigasi Telake ini melanjutkan, beberapa hari lalu ia telah meninjau lokasi bendung sekaligus melakukan pertemuan dengan pihak terkait.

Pertemuan dilakukan karena akses dan peta bidang pendukung bendung ini beririsan dengan 15 desa, yakni 10 desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan 5 desa masuk wilayah Kabupaten Paser.

Lima desa/kelurahan yang di Kabupaten Paser berada di Kecamatan Long Kali, yakni Desa Sebakung, Sebakung Taka, Sebakung Makmur, Muara Adang II, dan Kelurahan Long Kali.

Sepuluh desa di Kabupaten PPU berada di Kecamatan Babulu, yakni Desa Gunung Makmur, Gunung Mulia, Gunung Intan, Sebakung Jaya, Babulu Darat, Babulu Laut, Labangka Barat, Sumber Sari, Sri Raharja, dan Desa Rawa Mulia.

“Sebelum peninjauan lokasi, kami melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah di dua kabupaten tersebut, kemudian dengan kecamatan dan kepala desa/lurah yang lahan mereka terkena Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Bendung Irigasi Telake ini,” ucap Jauhar.

Bendung Telake yang membutuhkan total lahan untuk akses hingga salurannya sekitar 166.415 hektare ini, lanjut Jauhar, berpotensi mengairi areal pertanian berupa sawah seluas 21.000 hektare pada dua kabupaten di wilayah provinsi Kaltim itu.

“Mengingat pentingnya bendung ini untuk irigasi sawah, kami mohon dukungan semua pihak agar dapat mencapai target tuntas pada 2023, sehingga dapat mewujudkan ketahanan pangan menuju Kaltim Berdaulat Pangan dan Indonesia Maju,” ucap Jauhar. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  • 18
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    18
    Shares