22 June, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Balikpapan Susun Anggaran untuk COVID-19, Segini Besarannya

2 min read

Pemerintah Kota Balikpapan sedang menyusun anggaran untuk COVID-19. Anggaran itu diperlukan guna memerangi pandemi yang belum juga usai di kota ini.

_____________________________________________

anggaran untuk covid-19
Pemerintah Kota Balikpapan sedang menyusun anggaran untuk COVID-19. | HeloBorneo.com — Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meninjau vaksinasi massal untuk para pekerja pelayanan publik awal Maret lalu. (Dok Antaranews Kaltim/Novi Abdi)

 

BALIKPAPAN | Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sedang menyusun ulang anggaran daerah atau refocusing untuk mendapatkan dana penanganan COVID-19.

“Tinggal sedikit lagi di Pak Sekda. Mungkin sehari dua hari sudah selesai. Nanti disampaikan segera ke DPRD,” ungkap Wali Kota Rizal Effendi di Balikpapan, Kaltim, Selasa (30/3/2021).

Menurut Wali Kota Rizal, dari penyusunan ulang anggaran tersebut, bisa didapat dana Rp50 miliar untuk penanganan COVID-19.

Rincian dana anggaran untuk COVID-19

Dana anggaran untuk COVID-19 itu antara lain dialokasikan untuk operasional Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di tingkat Rukun Tetangga (RT). Setiap RT akan menerima Rp2 juta.

“Rinciannya, Rp750 ribu dari mata anggaran BTT (biaya tak terduga), dan kemudian tambahannya Rp1.250.000 dari refocusing yang sedang disempurnakan,” urai Wali Kota Balikpapan itu.

Ia menambahkan, pada tahap pertama distribusikan Rp750 ribu, baru kemudian Rp1.250.000.

Dana dari refocusing juga digunakan untuk pembelian peralatan kesehatan karena ada penambahan ruang ICU di RSUD Beriman. Termasuk juga untuk disinfektan, masker, untuk warga Kota Balikpapan yang tidak terakomodasi di dalam bantuan sosial.

Di sisi lain, jumlah ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi di rumah-rumah sakit yang menangani COVID-19 di Balikpapan semakin banyak karena jumlah pasien sembuh lebih banyak daripada pasien rawat inap yang baru.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Andi Sri Juliarty memaparkan, saat ini dari 523 tempat tidur yang tersedia untuk pasien COVID-19 di 11 rumah sakit, hanya 178 tempat tidur yang ditempati pasien covid-19 dan 345 tempat tidur kosong.

“Untuk ruang ICU dari 42 tempat tidur masih ada 10 tempat tidur yang kosong. Di Asrama Haji ada 31 tempat tidur pria dan 16 tempat tidur wanita yang bisa digunakan,” kata Kadinkes.

Untuk program vaksinasi COVID-19 dosis pertama secara kumulatif telah mencapai 20,8 persen untuk kategori penerima vaksin tenaga pelayananan publik, lanjut usia (lansia), dan tenaga kesehatan (nakes).

“Untuk lansia 5.658 orang sudah divaksin atau 10,2 persen. Petugas publik 11.582 orang atau 22,5 persen,” rinci Kadinkes Juliarty.

Adapun untuk vaksin dosis kedua, lansia baru sebanyak 116 orang atau 0,2 persen dan pelayanan publik sebanyak 5.523 orang atau 10,7 persen. Menurut Kadinkes pekan ini sampai 14 April mendatang ada 4.300 lansia yang akan mendapatkan dosis kedua. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •