28 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Aktivitas Lumpuh! Banjir Samarinda Hampir Sepekan, Puluhan Ribu Warga Terdampak

2 min read
banjir samarinda
HeloBorneo.com – Suasana di jalan Dr Sutomo Samarinda. Warga masih tetap beraktivitas meski luapan air sudah memasuki permukiman. (Foto: ANTARA/Arumanto)

SAMARINDA |  Banjir Samarinda masih mendominasi pemandangan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini. Kondisi di sejumlah kawasan kota ini memperlihatkan suasana banjir di pemukiman warga Setidaknya terdapat 3 kecamatan, yaitu Sungai Pinang, Sambutan serta Samarinda Utara masih terendam banjir cukup parah pada Jumat (17/1/2020) ini.

Perumahan Bengkuring, Perumahan Griya Mukti dan pemukiman warga, di Jalan Pemuda dan Jalan Gelatik, Samarinda, juga terlihat masih terendam banjir hingga siang ini dengan ketinggian hingga 1 meter. Walau demikian, ketinggian tersebut sudah surut dibanding ketinggian sebelumnya yang mencapai sekitar 1,3 meter.

Banjir memang telah terlihat surut, tapi aktivitas warga masih boleh dikatakan terganggu, bahkan lumpuh, karena terjebak atau dikelilingi banjir.

Banjir Jadi Sorotan DPRD

Sehari sebelumnya, kondisi banjir yang berkepanjangan juga mendapat sorotan DPRD Samarinda. “Pemkot harus concern bagaimana mengatasi banjir kota,” ujar Angkasa Jaya Djoerani, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, dikutip dari detik, Kamis (16/1/2020).

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, menjadi sosok dalam sorotan masyarakat. Betapa tidak, Syaharie dianggap belum mampu menangani banjir di kota berjuluk “Kota Tepian” ini. Banjir yang dilaporkan sejak akhir pekan lalu, ditengarai akibat negatif dari berbagai akumulasi kebijakan pembangunan kota yang dianggap merusak kelestarian lingkungan. Padahal, Samarinda masuk dalam wilayah bertopografi dataran rendah, serta dilintasi sungai.

Hal tersebut jelas membuatnya rentan terhadap banjir. Sudah seharusnya pertimbangan-pertimbangan tersebut mendapat perhatian dalam setiap pengambilan kebijakan publik pembangunan kota.

Hampir Sepekan

Banjir ini telah berlangsung selama hampir sepekan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hujan mulai turun sejak Sabtu (11/1/2020) lalu. Akibat hujan yang tak kunjung berhenti itu, beberapa titik pun mulai kebanjiran pada hari itu. Hujan yang terus menerus turun pun membuat wilayah yang terdampak banjir menjadi makin meluas keesokan harinya, Minggu (12/1/2020), dan berlangsung hingga kini.


berita terkait: Banjir Landa Samarinda, PLN Minta Warga Lakukan Ini

Banjir Landa Samarinda, PLN Minta Warga Lakukan Ini


 

Puluhan Ribu Warga Terdampak Banjir

Banjir hampir sepekan yang berlangsung sejak Sabtu (11/1) membawa korban yang tidak sedikit. Berdasarkan perkiraan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Kaltim, jumlah korban terdampak banjir dapat mencapai angka 18 ribu jiwa.

Status siaga darurat banjir pun telah ditetapkan untuk lebih mengintensifkan bantuan dan penanganan bencana di Kota Tepian ini.

“Saat ini sudah ditetapkan status Siaga Darurat banjir, supaya memudahkan koordinasi untuk penanggulangan banjir sekarang,” ujar Sekretaris BPBD Samarinda, Hendra AH dikutip dari Antara, Kamis (16/1/2020). (*) [HeloBorneo.com]

 

 

 

 

 

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *