Wed. Jul 8th, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

841 Kades Wilayah Kaltim Ikuti Raker Dana Desa

2 min read
Raker Dana Desa
HeloBorneo.com – Kepala DPMPD Provinsi Kaltim, yang juga Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, M Jauhar Efendi (kiri). (Foto: Antaranews Kaltim/ M Ghofar)

SAMARINDA | Raker Dana Desa wilayah Kalimantan Timur diikuti ratusan Kepala Desa (Kades) dari pulau tersebut. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 841 Kepala Desa (Kades) seluruh Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan mengikuti Rapat Kerja (Raker) itu.

Raker tersebut akan membahas tentang “Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa (DD) 2020”. Harapannya, pengelolaan tahun 2020 ini dan tahun-tahun mendatang dapat menjadi lebih baik ketimbang sebelumnya.

Dilansir dari Antara, Kamis (20/2/2020), Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim M Jauhar Efendi menerangkan perihal kegiatan tersebut. “Dua hari lalu Selasa (18/2/2020), saya memimpin Rapat Persiapan Raker Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan DD. Raker itu sendiri akan dilaksanakan pada 25 Februari di Samarinda,” ujarnya di Samarinda.

Camat dan Bupati Juga Hadir

Jauhar Efendi yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pemerintah Provinsi Kaltim ini melanjutkan. Katanya, selain dihadiri oleh 841 kades raker mendatang juga akan dihadiri 81 camat se-Kaltim yang membawahi desa.

Para Bupati, sekretaris kabupaten, kepala DPMD, kepala BKAD, inspektur kabupaten, dan kapolres se-Kaltim juga akan turut hadir di raker tersebut.

Menurut Jauhar, raker ini merupakan ajang untuk mengukuhkan komitmen semua pihak. Komitmen terkait pengelolaan dan pemanfaatan DD agar berjalan sesuai ketentuan.

Dalam raker mendatang, katanya, juga diharapkan muncul komitmen untuk mengambil peluang 10 persen desa berkinerja baik. Sehingga, desa-desa tersebut akan mendapatkan tambahan dana afirmasi, seperti yang dijanjikan pusat.

Formulasi Alokasi Kinerja

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambahkan formula alokasi kinerja dalam skema penyaluran DD Tahun 2020. Alokasi ini diperuntukkan bagi desa dengan kinerja baik sebanyak 7.495 desa atau 10 persen dari total 74.957 desa se-Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (Dirjen PK) Kemenkeu Astera Primamanto Bhakti, besaran alokasi kinerja dipatok 1,5 persen dari total anggaran DD yang mencapai Rp72 triliun tahun 2020.

“Salah satu tujuannya adalah untuk mendorong kinerja pengelolaan DD. Jika ada desa yang punya kinerja baik akan mendapat alokasi lebih baik. Kalau porsinya dari rumusan adalah akan mendapat sekitar 1,5 persen,” katanya.

Tahapan Penyaluran Dana Desa 2020

Astera juga mengatakan penyaluran DD pada 2020 lebih besar di tahap pertama, yakni mencapai 40 persen dari sebelumnya yang 20 persen. Kemudian tahap kedua disalurkan 40 persen dan tahap ketiga adalah sisanya yang 20 persen.

“Bagi desa berkinerja baik, pemerintah memberi reward (penghargaan) penyaluran dana dengan proporsi 60 persen di tahap satu dan 40 perse tahap II. Satu sisi hal tersebut untuk percepatan, namun di sisi lain, kepala desa diharuskan memiliki perencanaan yang baik,” ujarnya. (*) [HeloBorneo.com

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial anda: