25 September, 2021

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Tiga Perempuan Korban Pembunuhan di Pulang Pisau, Polisi Telah Tangkap Seorang Pelaku

Tiga perempuan korban pembunuhan di Pulang Pisau. Polisi bergerak cepat mengejar pelaku dari dua kejadian berbeda itu, dan telah berhasil menangkap seorang pelakunya.

_____________________________________________

Tiga perempuan korban pembunuhan di Pulang Pisau, Kalteng
Tiga perempuan korban pembunuhan di Pulang Pisau. Polisi bergerak cepat mengejar pelaku dari dua kejadian berbeda itu, dan telah berhasil menangkap seorang pelakunya. | HeloBorneo.com — Kapolres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto. (Foto: ANTARA/Adi Waskito)

 

PULANG PISAU | Tiga perempuan korban pembunuhan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dalam dua kejadian berbeda, Minggu, 21 Maret 2021, dan polisi telah menangkap seorang yang diduga pelakunya.

“Dua kejadian di hari yang bersamaan ini sangat meresahkan masyarakat. Seorang terduga pelaku perampokan dan pembunuhan di Desa Bawan sudah ditangkap, sedangkan pembunuh sadis dua orang wanita sudah teridentifikasi dan saat ini masih dalam lidik dan pengejaran,” kata Kepala Polres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto, di Pulang Pisau, Senin (22/3/2021).

Yuniar mengatakan, pihaknya menangkap pelaku perampokan di Desa Bawan, Kecamatan Banama Tingang, yang telah menyebabkan korban seorang ibu rumah tangga tewas, setelah dianiaya pelaku. Selain korban tewas, anak korban juga mendapat penganiayaan mengalami luka serius di bagian kepala.

Tiga perempuan korban pembunuhan di Pulang Pisau, satu pelaku  berinisial S

Menurut Yuniar, pelaku berinisial S ini ditangkap tim khusus gabungan Polres Pulang Pisau yang terdiri dari anggota Satintelkam, Satreskrim, dan Satsabhara dipimpin Kasat Reskrim Iptu John Digul Manra dalam waktu 1×24 jam.

Polisi sempat kesulitan menangkap pelaku perampokan. Pelaku lari dan bersembunyi di lokasi yang medannya yang cukup sulit jauh dari permukiman. Pelaku dikenakan Pasal 365 atas tindakan pencurian dengan kekerasan.

Korban tewas diakibatkan luka bacok senjata tajam yang mengenai bagian wajah, sedangkan anak korban menderita luka yang cukup serius.

Perampok berhasil menggasak uang senilai jutaan rupiah dari penjualan hasil tambang. Selain uang, pelaku juga menggasak perhiasan emas milik korban.

Suami korban tidak ada di rumah saat perampokan terjadi, sehingga dengan leluasa melakukan aksinya secara sadis melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Anak korban juga mendapatkan penganiayaan dan mengalami luka serius di dahi dan kepala bagian belakang. Luka serius yang dialami, membuat anak tersebut harus dilarikan ke Puskesmas Sepang, Kabupaten Gunung Mas selanjutnya dirujuk ke RS di Palangka Raya untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Selain perampokan yang menewaskan ibu dan melukai anak di Desa Bawan, Kecamatan Banama Tingang, Yuniar menegaskan kasus pembunuhan dua wanita secara sadis terjadi di dalam warung Jalan Lintas Kalimantan, Desa Mentaren I, Kecamatan Kahayan Hilir pada hari yang sama Minggu (21/3), juga menjadi perhatian bagi kepolisian setempat.

Tim khusus, ujar Yuniar, terus bergerak dan menjadi perintah langsung Kapolda Kalimantan Tengah. Apabila setelah diketahui tempat persembunyian pelaku pembunuhan dan melawan saat ditangkap, maka akan diberikan tindakan tegas dan terukur. (sumber: Antara) (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •