26 November, 2022

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Percepatan Pembangunan Kalteng, Sugianto Sabran: Inovasi Perlu Terus Dilakukan

Sugianto Sabran terus mendorong percepatan pembangunan Kalteng. Sang Gubernur pun memberikan poin-poin arahan terkait hal tersebut dalam gelar FGD antara pemprov dengan tim ahli UGM.

_________________________________________

percepatan pembangunan kalteng
Sugianto Sabran terus mendorong percepatan pembangunan Kalteng. Sang Gubernur pun memberikan poin-poin arahan terkait hal tersebut dalam gelar FGD antara pemprov dengan tim ahli UGM. | HeloBorneo.com — Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran memberikan arahan dalam FGD Pemprov Kalteng dengan Tim Ahli UGM. (Foto: Humas Pemprov Kalteng)

 

PALANGKA RAYA | Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran pimpin sekaligus memberikan arahan pada Focus Group Discussion (FGD) Pemprov. Kalteng dengan Tim Ahli Universitas Gadjah Mada (UGM).

Gelar FGD ini tentang Percepatan Pembangunan Kalteng. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini bertempat di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Senin (21/02/2022).

Mengawali sambutannya, Gubernur H. Sugianto Sabran menyampaikan pokok-pokok pikiran percepatan pembangunan Kalteng untuk dapat dirumuskan bersama dalam FGD.

Pokok arahan percepatan pembangunan Kalteng

Pertama, Gubernur menyampaikan bahwa Prov. Kalteng memiliki potensi Sumber daya Alam yang luar biasa. Dengan 11 sungai besar dan panjang garis pantai mencapai 750 KM serta potensi Perkebunan, Pertambangan dan Perhutanan yang sangat luar biasa.

Berdasarkan data dari BPS pada Tahun 2020, Kalteng juga memiliki Lokasi geografis yang cukup strategis dengan luas +- dengan jumlah penduduk 2.669.969 Jiwa sehingga kepadatan penduduk hanya 17 Jiwa/m2 .

Untuk itu, diharapkan Sumber daya Alam yang melimpah ini dapat digunakan sebaik-baiknya. Hal ini demi kesejahteraan masyarakat Kalteng dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah untuk mendukung percepatan pembangunan di Prov. Kalteng.

Kedua, berdasarkan data Ekspor Prov. Kalteng dari Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan pada tahun 2020 hanya 26,23 % ekspor keluar melalui pelabuhan di wilayah Prov. Kalteng.

Sedangkan 73,77 % ekspor dilakukan melalui pelabuhan di Provinsi lain. Hal ini dapat terjadi salah satunya disebabkan karena hingga saat ini Kalteng masih belum memiliki Pelabuhan Utama.

Ketiga, mengingat pentingnya aksestabilitas baik jalur darat, laut dan udara untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah strategis. Langkah-langkah tersebut baik perencanaan pembangunan pelabuhan utama, pengerukan alur sungai (Kapuas murung) dan inisiasi pembangunan pelabuhan ship to ship di wilayah Prov. Kalteng.

Keempat, dalam rangka peningkatan nilai tambah komoditas unggulan yang ada di Prov. Kalteng, Pemprov. Kalteng mendukung kebijakan Presiden Ir. Joko Widodo untuk melakukan hilirisasi di daerah.

Hal ini selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan juga dapat menyerap ratusan ribu tenaga kerja baik tenaga kerja asli Kalteng juga tenaga kerja dengan keahlian dari luar Kalteng.

Kelima, Rasio elektrifikasi pada tahun 2021 di Prov. Kalteng cukup baik yakni mencapai 89,14%, hal ini tentu dapat ditingkatkan hingga 100 persen.

Bahkan Kalteng dapat mendukung pasokan listrik nasional dengan optimalisasi sumber daya alam melalui pembangunan pembangkit-pembangkit tenaga listrik dengan tenaga alam.  Salah satunya yaitu tenaga air dan tenaga surya.

Keenam, salah satu upaya Pemprov. Kalteng untuk membuka aksesibilitas antar Kabupaten. Yaitu selain menyediakan infrastruktur jalan yang memadai, juga dalam inisiasi pembangunan Sistem Jaringan Transportasi Perkeretaapian di Prov. Kalteng.

Jaringan perkeretaapian ini sebelumnya pernah dilakukan kerjasama dengan PT.PTB dalam penyediaan jalur kereta api Puruk Cahu-Batanjung melalui Bangkuang. Namun sayangnya, hingga saat ini masih terkendala sehingga perlu dilakukan kajian dan Analisa agar seluruh kendala dapat teratasi.

Ketujuh, atau yang terakhir, dalam rangka menggali potensi yang ada di Prov. Kalteng dan dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Terkait hal ini Pemprov. Kalteng juga menginisasi pembangunan Kawasan shrimp estate budidaya udang vaname yang berada di Kabupaten Sukamara.

Selain shrimp estate budidaya udang vaname di Kabupaten Sukamara, juga sedang intensif mengembangkan program terintegrasi sawit sapi. Program ini merupakan alternatif sebagai kawasan baru pengembangan sapi potong di Wilayah Kalteng.

Sugianto Sabran minta terobosan dan inovasi terus dilakukan

Dalam arahannya, Gubernur Kelteng Sugianto Sabran mengingatkan agar berbagai terobosan serta beragam inovasi perlu terus diupayakan terkait percepatan pembangunan Kalteng ini.

“Terobosan-terobosan dan inovasi harus terus dilakukan. Hal ini juga mengingat dimasa pandemi COVID-19 dana transfer dari pusat ke daerah cenderung terjadi pengurangan. Sehingga, Pendapatan Asli Daerah menjadi satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan yang diandalkan sebagai penopang pembiayaan pembangunan prioritas, diantaranya bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sektor strategis lainnya,” pungkas Gubernur.

FGD Pemprov Kalteng dengan Tim Ahli UGM

Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Para Kepala Dinas/Badan/ Biro dan Satuan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov. Kalteng yang hadir pada FGD Pemprov. Kalteng dengan Tim Ahli UGM Tentang Percepatan Pembangunan Kalteng

FGD dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Prov. Kalteng H. Nuryakin, Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Para Kepala Dinas/Badan/ Biro dan Satuan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov. Kalteng, Akademisi/Profesional dari UGM Haidar Alwi dan Santrawan P. Paparan dan Para Tenaga Ahli/ Akademisi dan Profesional di wilayah Kalteng. Hadir secara virtual Tenaga Ahli dari UGM, Yogyakarta. (*) [HeloBorneo.com]

 

 

 

Bagi artikel ini