29 September, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Golkar Dukung Perda Sarang Walet Demi Tingkatkan PAD Kotim

2 min read
Perda sarang walet
HeloBorneo.com – Legislator Golkar Kotim, Abdul Kadir. (Foto: beritakalteng.com)

 SAMPIT | Perda sarang walet memiliki potensi tingkatkan PAD. Legislator Golkar bicara tentang potensi sarang walet demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satu cara memaksimalkan potensi itu yaitu dengan mengaturnya melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang sarang walet.

Potensi tersebut diungkapkan oleh H. Abdul Kadir. Politisi Golkar yang merupakan anggota Komisi I DPRD Kotim ini mengharapkan pihak pemerintah daerah menggali potensi daerah yang dapat meningkatkan PAD di kabupaten tersebut. Pasalnya, potensi-potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut perlu dimaksimalkan agar dapat menutupi sebagian kebutuhan anggaran daerah.

Selain itu PAD Kotim pun pada akhirnya akan memberikan kontribusi bagi pendapatan Provinsi Kalteng. Sejauh ini, Abdul Kadir melihat Perda Walet belum dimanfaatkan dengan baik.

“Artinya disini kita lihat belum maksimal pemanfaatan Perda tersebut, kalau memang ada kendala lain, harusnya pihak eksekutif cepat berkoordinasi dengan komisi yang membidangi atau ke jajaran Bapemperda DPRD untuk mengkoordinasikan kendala yang dihadapi,” jelasnya, Kamis (2/1/2020) dilansir dari beritakalteng.com.

Lebih lanjut, Abdul Kadir mengatakan bahwa penerapan Perda Walet tersebut tidak maksimal karena ada yang hal yang masih “mengganjal”. “Lantaran sifatnya aturan yang belum bisa memberikan keuntungan bagi para penyetor PAD itu sendiri yaitu pemilik gedung walet,” lanjutnya lagi.

Perlu Mengkaji Ulang

Menurut penilaian Abdul Kadir, perlu adanya kajian ulang terkait upaya memaksimalkan perda walet tersebut. Hal tersebut perlu diupayakan bekerja sama dengan pihak berwenang, yaitu Bapemperda, atau Badan Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Kotim.

“Itu seutuhnya melalui Bapemperda yang berkewenangan, kalau kami lihat memang harus ada dampak positif atau keuntungan dari Perda tersebut kepada pihak pengusaha, agar Perda itu berjalan baik dan hasil PAD bisa cepat meningkat,” Jelasnya.

Salah-satu kajian yang ditawarkan yaitu dengan memberikan timbal balik keuntungan dari pembayaran administrasi pembangunan gedung walet. Abdul Kadir mengacu pada proses kerjasama antara eksekutif (pemerintah daerah-red) dengan pihak perbankan.

Melalui kerjasama berbentuk MOU dengan Bank Kalteng, para pengusaha walet akan lebih bebas. Mereka tidak merasa dibebankan, “Artinya mereka memproses perijinan dan administrasi lainnya tidak percuma, kalau dengan dasar itu bisa di agunkan ke bank,” pungkas Abdul.

Pendapatan Kalteng Surplus

HeloBorneo.com – Kepala Bapenda Kalteng Kaspinor. (Foto: ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Di Tempat terpisah, Provinsi Kalteng memperoleh surplus selama 2019. Sebagai informasi, capaian pendapatan keuangan daerah pada tahun 2019 Provinsi Kalimantan Tengah berhasil melampaui target alias surplus. Sebagaimana dikutip dari antaranews, Kamis (2/1/2020), Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Kaspinor di Palangka Raya menjelaskan bahwa target yang ditetapkan pada tahun 2019 itu sebesar Rp4,926 triliun dan capaian Kalteng sebesar Rp4,964 triliun hingga 31 Desember 2019. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *