1 October, 2020

HeloBorneo.com

Kabar dari Tanah Borneo

Festival Tanjung Puting Termasuk 3 Festival Budaya Kalteng di Agenda Kemenpar 2020

2 min read
festival tanjung puting
HeloBorneo.com – Perahu klotok saat menyusuri Taman Nasional Tanjung Puting melalui Sungai Sekonyer , menjadi sala satu ajang di Festival Tanjung Puting. (Foto: Antara)

PALANGKA RAYA | Festival Tanjung Puting menjadi satu di antara tiga festival budaya di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang masuk dalam agenda kalender kegiatan (calendar of event) Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) pada 2020 ini.

Selain Festival Tanjung Puting, dua lainnya yaitu Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), serta Festival Babukung.

Pihak Dinas Pariwisata melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Guntur Talajan, di Palangka Raya menyebutkan bahwa jumlah tersebut adalah peningkatan dari sebelumnya yang hanya berjumlah dua festival.

“Jumlah ini meningkat jika dibandingkan 2019 yang hanya dua festival budaya,” ujar Guntur Talajan, dilansir dari Antara, Kamis (9/1/2020) sore.

Dua festival yang telah lebih dahulu masuk pada agenda kegiatan tahun 2019 yaitu Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Babukung. Keduanya kembali masuk tahun ini, ditambah dengan Festival Tanjung Puting yang baru pertama kali masuk, menggenapi jumlah menjadi 3 festival dalam 100 ‘calendar of event’ Kemenpar.

Sekilas Festival Tanjung Puting

Selama ini, Festival Tanjung Puting sudah menjadi agenda rutin di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pemprov Kalteng kemudian mendorong festival ini agar bisa menjadi agenda pariwisata nasional. Upaya-upaya promosi serta pengajuan usulan kegiatan kepada pemerintah pusat akhirnya membuahkan hasil.

Selain tiga festival itu, Kalteng masih akan menjadi salah satu tujuan kegiatan ‘Wonderful Sail to Indonesia’, pada tahun 2020 ini. Bertempat di Kumai, Kotawaringin Barat, kegiatan ini telah terlaksana selama 2 tahun, sejak 2018.

Keberhasilan tiga festival budaya Kalteng masuk ke dalam agenda tingkat nasional, serta pelaksanaan agenda pariwisata internasional tersebut membuktikan bidang kebudayaan dan pariwisata di Kalteng terus mengalami peningkatan. Hal tersebut membuktikan, budaya dan pariwisata Kalteng secara perlahan mulai mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.

Kegiatan budaya tingkat nasional dan internasional ini perlu dimaksimalkan oleh berbagai pihak. Berbagai kegiatan wisata ini merupakan peluang bagi peningkatkan perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Hal lainnya, diharapkan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya daerah tersebut mampu memberikan semangat baru. Khususnya bagi daerah-daerah lainnya di Kalteng. Hal ini penting agar tergerak untuk terus menggali potensi kegiatan seni serta budaya dan sejarah yang dapat menjadi obyek wisata baik lokal maupun  internasional. (*) [HeloBorneo.com]

Bagi artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *